60 Persen Infrastruktur Jalan Sintang Hancur

60 Persen Infrastruktur Jalan Sintang Hancur

349
BERBAGI
Foto: Kondisi jalan Sintang yang mengalami rusak parah/Lingga

Sintang, thetanjungpuratimes.com – Bupati Sintang H. Jarot Winarno mengatakan sejak awal menerima amanah memimpin kabupaten sintang pada tanggal 17 pebruari 2016, berbagai masalah dasar yang dihadapkan dalam pembangunan khususnya dalam bidang infrastrukur jalan dan jembatan hingga saat ini masih menjadi persoalan yang serius.

“Hingga saat ini persoalan mendasar yang harus menjadi prioritas utama untuk segera harus di tanggulai adalah permasalahan pembangunan infrastrukut jalan dan jembatan,” ungkap Jarot saat menggelar evaluasi akhir tahun, Rabu(28/12)

Jarot mengatakan bahwa hingga saat ini kondisi ruas jalan dan jembatan dikabupaten Sintang yang mengalami kerusakan masih berada dalam tingkat persentase masih rendah.

“60 persen jalan dikabupaten Sintang kondisinya rusak, 74 persen permukaan jalan masih tanah dan 50 persen jembatan tidak fungsional, sehingga sangat menggangu mobilitas orang dan barang,” ungkap jarot.

Ia juga mengatakan selain kondisi Infrastrukur jalan rusak masih tinggi masalah ekonomi global juga masih lesu yang berimbas pada harga komoditas seperti sawit dan terutama karet yang rendah. Akibatnya daya beli masyarakat Sintang menjadi turun.

“Kondisi ini akan membuka peluang kerentan ekonomi yang sulit di tengah masyarakat,“ katanya.

Selain itu, lanjut Jarot masalah tersebut belum bisa ditanggulangi secara maksimal karena masih adanya “warisan masalah masa lalu” yang begitu kompleks, serta sejumlah masalah lainnya.

Beranjak dari kondisi tersebut dibutuhkan konsep dan strategi yang tepat serta konsistensi yang kuat mengatasi bebagai masalah, dan harus mampu mencari titik temu antara kebutuhan pembangunan, kemampuan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat sebagai hasil pembangunan.

“Hal tersebut sudah kita mulai dengan cara membangun dialog dengan seluruh pemangku kepentingan yang ada. sejak awal, saya sudah start berkunjung ke sebagian besar kecamatan dan desa untuk menyerap kebutuhan pembangunan yang sebenarnya. saya juga mendatangi atau mengundang pejabat-pejabat pusat dan provinsi untuk berdialog agar mengakselerasi pembangunan kabupaten Sintang,” jelas Jarot.

Jarot juga yakin kemajuan pembangunan tersebut sudah tertuang dalam visi dan misi pemerintah Kabupaten Sintang yang mengarah pada simpul utama yang yang disebut enam penggerak utama atau prime mover pembangunan yang artinya membangun kabupaten Sintang dari pinggiran, penataan dan pemekaran wilayah, hilirisasi produk, aksesibilitas terhadap sumber daya listrik, kegawatdaruratan infrastruktur serta tata kelola pemerintahan yang baik & bersih.

Ia juga menyampaikan rasa syukur telah melihat hasil awal yang sudah dikerjakan di tahun 2016. Sejumlah ruas jalan yang rusak berat seperti jalan simbak, ruas jalan pedadang, ruas jalan serawai-ambalau berhasil diperbaiki sehingga menjadi fungsional.

“Selain membangun rumah sakit rawat inap di beberapa kecamatan, juga rumah sakit rujukan regional ade muhammad joen sintang sudah diresmikan dan secara bertahap difungsikan. saya juga sudah mengangat pegawai daerah untuk mendukung pelayanan pendidkan dan kesehatan di daerah terpencil,” jelasnya.

Pembangunan bandar udara tebelian hampir selesai dan siap diresmikan oleh bapak presiden, danjuga berhasil mencetak sawah sekitar 1.050 ha yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Beberapa aspek pembangunan di darah perbatasan seperti pendidikan, perumahan, jalan paralel dan sebaganya terus kita tingkatkan. ada 11 kecamatan baru yang kita buat untuk efektifitas pelayanan publik serta penataan kelembagaan pemerintah daerah juga telah berhasil kita susun,” ucapnya.

Dijelaskannya, yang tidak kalah pentingya, sekitar 10 bulan terakhir ini menyemarakkan event seni dan olaharaga di tengah masyarakat, sebagai upaya membangun sportifitas dan memberi hiburan edukatif di tengah masyarakat.

(Lingga/Faisal)

 

TIDAK ADA KOMENTAR