Secara Nasional, 70 Persen Kebakaran Gedung Bersumber dari Listrik

Secara Nasional, 70 Persen Kebakaran Gedung Bersumber dari Listrik

BERBAGI
Foto: Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pontianak, Aswin Taufik/Agustiandi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pontianak, Aswin Taufik menerangkan secara nasional, 70 persen kebakaran gedung diakibatkan oleh korsleting listrik.

Pihaknya pun sudah melakukan sosialisasi bersama PLN dan asosiasi terkait perihal ini. Ke depan, rencananya sosialisasi juga akan didukung buku panduan yang akan dibagikan ke warga.

“Kebakaran menyebar di kawasan Pontianak. Tapi agak banyak di Pontianak Utara, di rumah-rumah yang couple, biasanya merambat. Apalagi kalau menjalarnya dari atap,” terangnya,  di Pontianak, Jumat (30/12).

Kerugian untuk sepanjang 2016 dikatakannya hingga miliaran rupiah. Kerugian terbesar terjadi ketika Markas Polisi Militer Kodam XII/Tanjungpura di Jalan Rahadi Oesman terbakar November lalu. Sementara untuk perumahan warga, berkisar Rp80-150 Juta per rumah. Untuk ruko, bisa mencapai Rp1 miliar lebih.

Aswin mengingatkan agar mengganti kabel listrik tiap 5 tahun sekali. Pergantian pun harus dilakukan bila penambahan daya dilakukan. Jangan pula menggunakan stop kontak hingga menumpuk.

“Termasuk melepas lebih dulu sambungan listrik alat elektronik sebelum bepergian. Sementara di masing-masing hotel, mesti tersedia Alat Pemadam Api Ringan (APAR),” sebutnya.

Selama ini, kata Aswin belum ada kendala teknis berarti ketika penanggulangan kebakaran dilakukan. Pasalnya, di Pontianak, BPBD dibantu lebih dari 25 pemadam swasta.

“Hebatnya di Pontianak, kita kosong pun sumber air, atau mobil tidak bisa masuk, tapi karena punya 26 damkar, 20 lebih mobil tangki, 50 pick up dan 35 motor. Kalau kekurangan air, saling suplai sambung-menyambung tangki. Pasang selang panjang,” pungkasnya.

(Agustiandi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR