Demi Uang Rp500 Ribu, Dua Pelajar Bunuh SPG

Demi Uang Rp500 Ribu, Dua Pelajar Bunuh SPG

BERBAGI
Foto : Ilustrasi pembunuhan/net

Jawa Timur, thetanjungpuratimes.com – Dua pemuda nekat membunuh seorang SPG demi uang Rp 500 ribu. Keduanya ditangkap usai buron selama seminggu lebih.

“Pertama kali, hari Kamis 22 Desember 2016 polisi mendapatkan laporan atas temuan jenazah korban yang merupakan karyawati Dept Store di Royal Plaza, Surabaya ditemukan di hutan mangrove, Wonorejo, Kecamatan Rungkut atau di muara Pantai Timur Surabaya,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes M Iqbal, Sabtu (31/12).

Yayuk ditemukan tewas dengan kondisi membusuk. Terdapat luka sayatan di bagian leher. Korban ditemukan mengambang di muara sungai Pantai Timur Surabaya.

Mengetahui temuan mayat tidak wajar, jajaran Polrestabes Surabaya bergerak dan mencari pelaku serta motif tewasnya Yayuk.

Kemudian polisi melakukan lidik, baru mengetahui kalau korban dibuang pelaku dari bibir sungai Rolak Gunung Sari atau di bawah Tol Surabaya-Malang, tepatnya pada Senin 19 Desember 2016, sekitar pukul 00.03 WIB.

Ketika jenazah dibawa ke Kamar Mayat RSUD Dr Soetomo untuk dilakukan otopsi, diketahui kalau jenazah merupakan korban pembunuhan. Dari pendalamanan melakukan pengumpulan data di lokasi, Polisi mendapatkan identitas pelaku.

Pada tanggal 30 Desember 2016, dua pelaku berhasil diamankan yang pertama polisi tangkap Clinton di tempat persembunyiannya di salah satu rumah di Jalan Keputih. Selanjutnya Aldo ditangkap di Jalan Dukuh Menanggal.

“Tragisnya kedua pelaku ini masih berusia di 18 tahun dan masih berstatus pelajar SMA, dan mereka merupakan teman satu kos di daerah Bungurasih, Waru, Sidoarjo,” katanya.

Diceritakan perwira polisi tiga melati di pundak ini, selain menangkap kedua pelaku, polisi juga berhasil menyita barang bukti motor Honda Vario W 4302 ZN dan satu pisau yang ditemukan di pintu keluar Terminal Bungurasih.

“Tersangka mengincar korban, dikarenakan EA (Aldo) adalah pasangannya atau pacar,” paparnya.

Aldo mengaku, melakukan pembunuhan itu lantaran membutuhkan uang untuk membayar kos. Lantaran sudah mengetahui kalau Yayuk tiap tanggal 17 selalu gajian, akhirnya Aldo merencanakan untuk menguras uang korban. Aksinya dibantu Clinton.

“Pelaku mengetahui, kalau usai gajian, korban selalu menyisihkan uang sebesar Rp 500 ribu,” ungkap Shinto.

(Rimanews/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR