Kasus Narkoba Warga Malaysia, Kejari Pontianak Sudah Terima SPDP

Kasus Narkoba Warga Malaysia, Kejari Pontianak Sudah Terima SPDP

160
BERBAGI
Foto : Kantor Kejari Pontianak/Viky

Pontianak, thetanjungpuratimes.com– Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak, Putu Eka Suyantha, mengatakan, terkait tindaklanjut proses hukum kasus narkoba jenis sabu-sabu seberat 18 kilogram yang diamankan pada akhir tahun 2016 lalu yang dilakukan oleh dua warga negara Malaysia Khong Yiau Hieng alias Ahieng dan Lee Sing Chua alias Achien, Kejari Pontianak sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP).

“Kejari Pontianak baru menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP) dari pihak kepolisian,” ujar dia saat ditemui thetanjungpuratimes.com, di ruang kerjanya, pada Jumat (06/01) pagi.

Putu Eka Suyantha mengatakan, bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian untuk diteliti lebih lanjut.

Dikatakannya, berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, tersangka akan dijerat dengan Undang-undang narkoba.

“Dua tersangka tersebut akan dijerat dengan hukuman minimal lima tahun penjara atau hukuman maksimal yang harus diterimanya adalah hukuman mati,” tegasnya.

Dijelaskannya, setelah SPDP dari pihak kepolisian diterima oleh Kejari Pontianak, Jaksa akan memberikan petunjuk dalam memenuhi kelengkapan berkas tersebut.

Lanjut dia, jika sudah lengkap penyelesaian tahap satu, maka akan berlanjut ke dalam tahap dua, yaitu diterimanya tersangka beserta barang bukti oleh Kejari Pontianak.

“Setelah itu kita limpahkan ke Pengadilan untuk masuk dalam proses pengadilan, dan selama 20 hari kita akan lakukan penahanan terhadap dua tersangka tersebut,” jelasnya.

Dua warga negara Malaysia Khong Yiau Hieng alias Ahieng dan Lee Sing Chua alias Achien berhasil ditangkap Reskrim Polresta Pontianak di jalan KH Wahid Hasyim Gang Amal nomor 62 Kecamatan Pontianak Kota, pada Minggu (6/11/2016) lalu.

(Viky/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR