Tidak Ada Perayaan Cap Go Meh di Tahun 2017

Tidak Ada Perayaan Cap Go Meh di Tahun 2017

1017
BERBAGI
Foto : Ilustrasi Cap Go Meh/youtube

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Pada tahun 2017, Yayasan Bhakti Suci (YBS), tidak membentuk kepanitiaan perayaan Cap Go Meh (CGM), seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini berkaitan dengan sikap YBS untuk menghormati pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2017 yang waktunya bertepatan dengan perayaan CGM.

“Meski bukan di Pontianak, tapi pesta demokrasi ini merupakan pesta demokrasi masyarakat Kalbar dan kita merasa perlu ikut serta menciptakan kondisi yang kondusif dalam memasuki minggu tenang bagi saudara-saudara kita di Kota Singkawang dan Kabupaten Landak,” kata Sekretaris YBS, Herry Sandra.

Ia menjelaskan, keputusan tidak membentuk panitia pada tahun ini, berdasarkan kesepakatan hasil rapat pengurus, dimana kepengurusan YBS merupakan bagian dari gabungan 61 utusan yayasan yang berhimpun di dalam YBS itu sendiri, dengan pertimbangan YBS harus harus lebih menghormati dan mengapresiasi pesta demokrasi yang sedang berlangsung.

“Panitia yang biasanya dibentuk oleh YBS adalah panitia yang berkaitan dengan arakan naga dan pasar kuliner. Tidak adanya kegiatan ini tidak menghilangkan makna dari perayaan Imlek itu sendiri dan Cap Go Meh. Masing-masing kita tetap menjalankan adat budaya yang kita pahami secara masing-masing keluarga keturunan Tionghoa,” paparnya.

Ditegaskan oleh Herry Sandra, bahwa tidak diselenggarakannya kegiatan CGM pada tahun ini bukan disebabkan oleh adanya larangan dari Pemerintah Kota Pontianak, maupun Pemerintah Provinsi Kalbar, serta bukan karena pertimbangan tidak amannya dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir pada kepemimpinan Sutarmidji menjadi Wali Kota Pontianak, dan Wali Kota lainnya sebelum Sutarmidji penyelenggaraan CGM selalu aman tanpa adanya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Apalagi saat sekarang YBS di bawah pimpinan Tjioe Kui Sim, jalinan komunikasi antar lembaga etnis dan lintas agama sudah terjalin dengan sangat baik, sampai saat sekarang semua kegiatan sosial budaya masyarakat Tionghoa maupun kegiatan keagamaan berjalan dengan baik.

Di dalam rapat juga telah ditegaskan pada semua unsur pengurus yang terdiri dari 61 utusan Yayasan, bahwa tidak ada satupun instansi pmerintah yang melarang kegiatan CGM di Kota Pontianak, termasuk dari TNI dan Polri.

“Terlebih Wali Kota Sutarmidji dari dulu selalu mendukung kegiatan CGM, bahkan ia jelas-jelas mempunyai visi dan misi yang sama dengan YBS mengembangkan semua budaya untuk kemajuan Pariwisata Kota Pontianak, bahkan memasukan kegiatan CGM di dalam kalender pariwisata Kota Pontianak,” sebutnya.

“Jadi mohon masyarakat Kota Pontianak khususnya warga Tionghoa dapat memahami YBS, karena pada tahun ini tidak menyelenggarakan kegiatan CGM bukan karena adanya larangan dari pemerintah,” harapnya.

Ia mengatakan YBS,  tidak melarang atau menghambat jika ada yayasan atau perkumpulan yang ingin mengadakan kegiatan CGM seperti arakan naga dan lainnya, maka dipersilakan asal sesuai dengan prosedur yang berlaku, tentunya harus mendapat rekomendasi dari pemerintah Kota Pontianak dan izin keamanan dari aparat kepolisian setempat.

Untuk tahun 2018 mendatang, kegiatan CGM akan direncanakan dilaksanakan, karena waktu Pilkada serentak yang lumayan jauh, masih ada rentang waktu sekitar empat bulan.

(Agustiandi/Muh)

Foto : Sekretaris YBS, Herry Sandra/Agustiandi

TIDAK ADA KOMENTAR