Sepanjang 2016, Sebanyak 2.172 TKI Dideportasi dari Malaysia

Sepanjang 2016, Sebanyak 2.172 TKI Dideportasi dari Malaysia

183
BERBAGI
Foto : Ilustrasi TKI yang di deportasi pihak Malaysia saat berada di Entikong/Ist

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Pontianak, Kombes Pol Aminudin mengungkapkan sepanjang tahun 2016, Pemerintah Malaysia mendeportasi 2.172 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

“Sebelum dikembalikan ke Indonesia, para TKI tersebut telah menjalani hukuman penjara selama beberapa bulan. Pasalnya, sebagian besar dari mereka melanggar peraturan keimigrasian dan ketenagakerjaan setempat,” kata dia, Minggu (8/1).

Besarnya angka TKI yang terkena kasus di negara luar diakibatkan banyak faktor. Di antaranya ulah oknum tidak bertanggungjawab yang mengirim TKI secara non prosedural. Panjangnya garis batas Indonesia-Malaysia di Kalbar sekitar 800km pun menyebabkan banyaknya jalan tikus.

“Sebagian besar kasus yang kita ungkap dengan kepolisian adalah pengiriman TKI oleh orang-perseorangan padahal berdasarkan UU Nomor 39 Tahun 2004 bahwa yang berwenang melakukan penempatan TKI ke luar negeri hanya pemerintah dan PPTKIS,” ujarnya.

Sebagian besar TKI yang dideportasi mengatakan bahwa mereka masuk tanpa menggunakan paspor atau hanya dengan Pas Lintas Batas (PLB) melalui Sambas, Bengkayang, Sanggau dan Kapuas Hulu. Kombes Pol Aminudin pun mempertanyakan kemudahan pemberian visa kerja oleh Malaysia.

“TKI yang masuk hanya ada visa sosial visit (kunjungan) yang berlaku selama 30 hari namun kemudian oleh pengguna/majikan di sana dibuatkan visa kerja sehingga menurut kami bahwa TKI tersebut bekerja tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini akan membuat TKI tercatat disana sebagai TKI sementara di Indonesia tidak tercatat sebagai TKI,” jelasnya.

Dari data 2.172 orang tersebut, sebanyak 989 merupakan warga Kalbar, sementara sisanya berasal dari luar. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 1.940 orang dan perempuan sebanyak 232 orang. Adapun yang berasal dari Kalimantan Barat berdasarkan asal daerah per kabupaten atau kota berturut-turut dengan jumlah terbanyak: Kab. Sambas 347 orang, Kab. Bengkayang 132 orang, Kab. Kubu Raya 113 orang, Kab. Landak 89 orang, Kota Pontianak 79 orang, Kab. Sanggau 62 orang, Kab. Mempawah 61 orang, Kota Singkawang 40 orang, Kab. Kapuas Hulu 36 orang, Kab. Sintang 22 orang, Kab. Sekadau 3 orang, Kab. Melawi 2 orang, Kab. Ketapang 2 orang dan Kab. Kayong Utara 1 orang.

“Deportasi tahun 2016 meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 1.904 orang. Masih tingginya jumlah deportasi tiap tahun, harus mendapat perhatian dari berbagai pihak terkait sehingga ke depan bisa diminimalisir jumlah WNI yang dideportasi,” pungkasnya.

(Agustiandi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR