Diduga Cabuli Ibu Hamil, Kades Mentebah Terancam Dipecat

Diduga Cabuli Ibu Hamil, Kades Mentebah Terancam Dipecat

BERBAGI
Foto: Ilustrasi/net

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kades Nanga Mentebah, RD (35) yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap ibu hamil KR (25) yang terjadi di dusun Mentebah Kiri, Desa Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah pada Jumat (25/11) lalu. Dan kasus ini telah dilaporkan keluarga KR kepihak Polsek setempat dan sedang bergulir.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kapuas Hulu menyatakan akan menindak tegas oknum Kepala Desa (Kades) Nanga Mentebah, RD (35), bila terbukti secara hukum melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap ibu hamil.

Sekda Kabupaten Kapuas Hulu, Ir. H. Muhammad Sukri mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kasus tersebut, bila oknum Kades tersebut terbukti bersalah secara hukum, maka akan diambil tindakan tegas sesuai aturan yang ada,

“Bahkan jika ada aturan yang membolehkan maka akan dilakukan pemecatan, karena sebagai Kades harusnya mengayomi, memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat,” ungkapnya, saat ditemui di gedung Indoor Putussibau, Senin (09/01) pagi.

Sukri berharap, aparat penegak hukum agar bekerja secara profesional dalam memproses kasus tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Saya kira kalau memang terbukti secara hukum oknum Kades itu, bisa kita berhentikan dari jabatannya,” tutur Sekda.

Terkait kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum kepala desa ini, Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, AM  Nasir SH mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kebenaran kasus tersebut, jika terbukti bersalah secara hukum pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum Kades tersebut.

“Saya baru dengar informasi ini, saya akan mengkonfirmasi kebenaran kasus ini kepada Camat Mentebah,” ujarnya

Ditegaskannya, seharusnya sebagai Kades harus memberikan contoh yang baik terhadap masyarakatnya bukan malah melakukan tindakan yang tidak terpuji.

“Jika dia bersalah tentu ada sanksi tegas, nanti kita lihat aturannya bila memang ada aturan yang membolehkan untuk dilakukan pemecatan maka akan kita pecat,” tegas Nasir.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR