Diduga Menyantap Daging Babi di Perayaan Natal, 99 Warga Jangkang Keracunan

Diduga Menyantap Daging Babi di Perayaan Natal, 99 Warga Jangkang Keracunan

150
BERBAGI
Foto: Masakan daging babi yang telah diamankan oleh polisi/Muhammad

Sanggau, thetanjungpuratimes – Kepolisian Resort Sanggau merilis sedikitnya 99 orang warga di Kecamatan Jangkang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan makanan.

Kuat dugaan, keracunan massal itu dipicu karena memakan daging babi yang sudah dimasak untuk perayaan Natal di salah satu desa pada wilayah tersebut.

Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go S Ik membenarkan kejadian tersebut, sebagaimana dilaporkan pada Minggu (8/1) sekira pukul 08.00 WIB pagi telah dirayakan Natal bersama di Desa Empiyang, Kecamatan Jangkang dan berakhir sekira pukul 13.00 WIB.

Begitu acara selesai, pihak penyelengara membagikan bungkusan makanan yang didalamnya berisi nasi, dan lauk daging babi yang sudah dimasak kepada seluruh warga yang hadir. Menurut informasi lauk daging babi tersebut dimasak pada Sabtu (7/1) sekira 16.00 WIB sore.

Reaksi keracunan itu, pada kisaran waktu 15-20 menit usai makan, warga merasakan pusing yang begitu kuat dan mual-mual. Tak sampai disitu, warga kemudian mengalami muntah-muntah dan diare.

Akibat kondisi tersebut, warga yang mengalami hal tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Balai Sebut untuk mendapat perawatan medis.

Dari 99 orang korban tersebut, 53 orang diantaranya laki-laki dan 46 orang lagi wanita. Dari hasil pemeriksaan medis sebanyak 18 orang harus dirawat inap karena kondisinya sudah parah, dan 81 orang dinyatakan baik dan dilakukan rawat jalan.

Pemeriksaan pada Senin pagi, kondisi pasien yang dirawat inap sudah mulai membaik dan dipersilakan untuk pulang. Kepolisian sendiri telah mendatangi lokasi dan mengambil sampel makanan dan daging babi tersebut.

Sejauh ini belum diketahui secara jelas penyebab keracunan massal tersebut. Kasus ini kemudian ditangani lebih lanjut oleh Polsek Jangkang dan Polres Sanggau.

“Kasusnya sedang ditangani dan sedang dicari tahu penyebab keracunan ini,” tegas dia.

(Muhammad/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR