Jewita: Wisata Kalbar Cukup Beragam dan Memiliki Daya Tarik Tersendiri

Jewita: Wisata Kalbar Cukup Beragam dan Memiliki Daya Tarik Tersendiri

231
BERBAGI
Foto: Kepala Bidang Pembinaan Anggota Jejaring Wisata Kalimantan Barat (Jewita) Hamidan/Istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Bidang Pembinaan Anggota Jejaring Wisata Kalimantan Barat (Jewita) Hamidan menilai destinasi wisata di Kalbar cukup beragam dan memiliki daya tarik tersendiri.

“Beragam jenis wisata di Kalbar, mulai dari wisata sejarah, wisata religi, wisata sungai, wisata bukit, pantai, danau, mangrove, air terjun dan masih ada yang lainnya,” kata Hamidan, Senin (9/1).

Ia mengatakan Kalimantan Barat memiliki kekayaan alam cukup melimpah. Kekayaan itu juga dimiliki di sektor wisata.

Menurut Bapennas 2016, pada 2015 menyebutkan total kunjungan wisata mancanegara ke Indonesia naik 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, totalnya mencapai 9,7 juta jiwa dan estimasi 2017 wisata mancanegara mencapai 15 juta jiwa.

“Ini menjadi peluang besar untuk Kalbar,” tambahnya.

Menurutnya kekayaan alam, dan keunikan budaya menjadi modal jual yang bisa dikemas menjadi destinasi wisata di Kalbar.

“Kita hanya butuh sedikit sentuhan kreativitas untuk memberikan nilai jual wisata hingga berdampak pada sektor perekonomian. Kekayaan alam dan budaya menjadi wisata unggulan bahkan cukup beragam produk unggulan lainnya,” paparnya.

Lebih jauh ia mengatakan, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, misal Singapura, sebuah pulai kecil yang tidak memiliki daya tarik kekayaan alam dibandingkan kekayaan di Kalbar. Akan tetapi Singapura bisa meraih devisa pariwisata lebih banyak dibanding Indonesia, bahkan sebaliknya turis banyak dari Indonesia. Singapura dikenal dengan wisata belanjanya.

“Begitu juga dengan negara Jepang, negara yang tidak memiliki keindahan kekayaan alam apapun dibanding Kalbar apalagi Indonesia. Untuk bisa maju di sektor pariwisata maka kita harus menjadi kreator atau pencipta pariwisata. Intinya bahwa, kunci ada pada manusianya, bukan pada alam atau budaya semata,” jelasnya.

Ia menyebutkan, berbagai upaya bisa dilakukan bagi pelaku pariwisata agar destinasi wisata bisa tumbuh dan berkembang diantaranya, pertama, pelaku wisata harus melakukan promosi secara masif, agar destinasi wisata yang dimiliki akan mudah dikenal. Promosi melalui media elektronik, media cetak maupun online. Promosi yang mudah, murah dan efektif saat ini bisa melalui media social, facebook, twitter, instagram maupun lewat media sosial lainnya.

“Kedua, pelaku wisata harus memiliki skill dalam pengelolaan wisata yang terampil dan profesional. Menggunakan tour guide (pemandu wisata) profesional agar para pengunjung merasakan pelayanan yang maksimal,” kata dia.

“Ketiga, pelaku usaha harus menyediakan produk-produk unggulan yang bervariasi bagi para pengunjung agar disetiap destinasi wisata memiliki kekhasan tersendiri bagi para pengunjung,” sambungnya.

Keempat, lanjutnya memprioritaskan pelayanan dengan menciptakan keanyaman dan keamanan bagi pengunjung di setiap destinasi wisata.

(Agustiandi/Faisal)

1 KOMENTAR

Comments are closed.