Harga Cabai di Sanggau Semakin Mahal

Harga Cabai di Sanggau Semakin Mahal

144
BERBAGI
Cuaca Buruk Penyebab Tingginya Harga Cabai Kering di Ketapang
Foto : Ilustrasi Cabai/cahayapapua.com

Sanggau, thetanjungpuratimes.com – Sejak dua pekan terakhir, harga cabai terus mengalami kenaikan. Tak pelak, penjualan bumbu makanan favorit warga ini pun menurun drastis, karena banyak warga yang terpaksa mengurangi konsumi cabai.

Pantauan di pasar tradisional Kota Sanggau, sejumlah pedagang memang terlihat masih menjual cabai. Tetapi jumlahnya tidak sebanyak pada hari-hari biasanya. Alasannya karena pasokan dari Pontianak yang minim, yang diduga akibat dari gagal panen di sejumlah penghasil cabai. Dalam kondisi seperti ini, hukum ekonomi terjadi. Akibat minimnya persediaan barang dan tingginya permintaan menyebabkan tingginya harga jual.

“Kalau kita ngambil dari toke sudah mahal, ya terpaksa kita menjualnya dengan harga mahal juga. Keadaan ini sudah terjadi sejak sekitar dua pekan terakhir. Namun puncaknya pada pekan ini dengan harga cabai hingga mencapai Rp100 ribu lebih per kilonya,” kata Koko, pedagang cabai di Pasar Sentral Sanggau, Selasa (10/1).

Sementara, Yuli (28) seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Bunut yang dijumpai di Pasar Sentral Sanggau mengaku harus mengurangi konsumsi cabai keluarganya. Kalau biasanya pada saat harga cabai normal, keluarganya hampir membeli cabai dalam jumlah banyak, karena tiap hari membuat makanan pedas. Namun, sejak harga cabai sudah setinggi sekarang ini, maka mau tidak mau dirinya tidak membeli cabai dalam jumlah besar, paling sekitar satu hingga dua ons saja.

“Ya terpaksa, konsumsi cabai kita kurangi. Mengurangi membuat makanan pedas, dan mengurangi membuat sambel. Bisa disiasati dengan dicampur dengan sahang untuk menambah rasa pedas masakan,” kenangnya.

Tentu saja, dampak tingginya harga cabai ini juga berpengaruh kepada para pengusaha rumah makan. Khususnya rumah makan yang menyajikan makanan khas pedas seperti rumah makan Padang. Mereka harus pandai-pandai menyiasati kondisi seperti ini. Terlebih, masakan pedas adalah menu wajib yang harus terhidang.

“Tentu saja kami ngeluh dengan tingginya harga cabai ini. Tapi apaboleh buat, kita kan tidak bisa berbuat apa-apa, karena kebutuhan cabai kita tergantung kepada petani cabai,”  kata Uni Jasmanidar, pemilik rumah makan khas Padang yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Sanggau ini.

Menurutnya, jik memang petani sedang tidak memperoleh hasil yang memuaskan seperti gagal panen akibat serangan hama atau cuaca ekstrim, maka harga cabai jadi selangit,”

Masyarakat berharap, kondisi tingginya harga cabai ini diharapkan segera berlalu dan harganya kembali normal.

(Muhammad/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR