IPM Daerah akan Menjadi Perhatian Investor

IPM Daerah akan Menjadi Perhatian Investor

BERBAGI
Foto: Ilustrasi Investor/Antara

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mempengaruhi ketertarikan investor untuk berinvestasi di suatu daerah.

“Nah, ketika IPM rendah dia akan lihat di sana itu berapa lama rata-rata orang sekolah. Jika 8 tahun berarti belum tamat SMP, jika 9 tahun berarti sudah tamat SMP. Nah, ini jangan dianggap enteng,” ujarnya, Selasa (10/1).

Menurutnya, IPM dipengaruhi setidaknya tiga hal yakni kesehatan, pendidikan dan kemampuan atau daya beli (bidang ekonomi). Untuk pendidikan, lanjut dia, Kota Pontianak memang sudah menggratiskan pendidikan jenjang sekolah. Namun di Kalbar, tidak semua kabupaten/kota melakukannya.

Sutarmidji mengingatkan agar setiap kepala daerah tidak meremehkan IPM. IPM adalah tampilan atau postur suatu daerah yang diperhatikan investor. Bicara IPM berarti bicara Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kita harus membangun itu supaya masyarakat pendidikannya murah jika perlu digratiskan semua. Harus gratis, sehingga tercapai lamanya orang bersekolah itu meningkat. Jika itu meningkat, IPM pasti meningkat,” sebutnya.

Selain IPM, Sutarmidji menerangkan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat sama pentingnya. Kota Pontianak kini berada di urutan ke-23 se-Indonesia setelah sebelumnya berada di peringkat 125. Loncatan itu bukan tanpa kendala. Banyak hal yang dilakukan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan.

“Ini jadi perhatian. Kemudian pertumbuhan ekonomi, ini juga dijadikan oleh para investor berinvestasi, kajiannya harus seperti itu,” sambungnya.

Secara garis besar, hal-hal ini akan bermuara pada pengentasan kemiskinan.

“Jika sudah bagus saya yakin angka kemiskinan bisa semakin ditekan, kemudian tidak terlalu tergantung pada barang-barang konsumsi dari luar,” pungkasnya.

(Agustiandi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR