Kebakaran Lahan di Pontianak Memicu Pencemaran Udara

Kebakaran Lahan di Pontianak Memicu Pencemaran Udara

BERBAGI
Foto : Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan/AFP

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran lahan kembali terjadi di Pontianak, sehingga dapat memicu pencemaran udara..

Adapun salah satu dampak dari asap kebakaran lahan tersebut ialah gangguan pernapasan yang sering disebut dengan Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Untuk itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu Widoyono mengatakan untuk mencegah ISPA tersebut pihaknya akan memonitor setiap Puskesmas pada setiap minggunya.

“Kita sudah siapkan masker serta menyiapkan obat-obatan untuk mengantisipasi apabila ada masyarakat yang terkena ISPA,” akunya. Selasa (10/1).

Menurutnya, berdasarkan ramalan cuaca pada bulan Januari ini, sebenarnya kota Pontianak masuk pada musim penghujan.

Diungkapkannya, kasus Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada tahun 2016 menurun dibandingkan dengan tahun 2015.

“Tahun 2016 ada 60127 kasus sedangkan pada tahun 2015 yang mencapai 66000 kasus,” aku Sidiq.

Diakuinya, pada tahun 2016 lalu, walaupun tidak secara rinci dari dari data yang dimiliki, laporan ISPA dari setiap Puskesmas yang masuk dalam waktu seminggu dapat mencapai 800 sampai 1000 kasus.

“Ketika terjadi kebakaran lahan di Pontianak pada tahun 2016 lalu, kasus ISPA meningkat menjadi 32 persen dibanding hari biasanya,” terangnya.

Ia juga mengatakan, faktor meningkatnya kasus tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya seperti kondisi udara yang terlalu panas dan berdebu.

“Tidak hanya itu, jika kondisi lingkungan yang tidak sehat dan sirkulasi udara yang kurang baik, atau mengkonsumsi makanan dan minuman tak sehat, serta daya tahan tubuh yang tidak kuat juga dapat menyebabkan ISPA,” terangnya.

Dari pengakuannya, untuk saat ini belum ada korban yang meninggal dunia dikarenakan kasus ISPA, namun banyak ditemukan pasien yang harus dilarikan kerumah sakit karena menurunnya kondisi fisik dari pasien yang menderita ISPA tersebut.

“Berdasarkan data, bahwa penyakit ISPA ini banyak menyerang anak-anak di bawah umur 15 tahun,” ujarnya.

Untuk menangkal agar masyarakat terhindar dari penyakit ISPA, ia pun memberikan tips diantaranya dengan pola prilaku hidup sehat yaitu dengan memperbanyak mengkonsumsi air putih, mengurangi minum air es, serta mengenakan masker apabila kondisi udara diperkirakan tidak baik bagi kesehatan.

(Maulidi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR