Cara Menjaga Berat Badan Ideal

Cara Menjaga Berat Badan Ideal

107
BERBAGI
Foto : Ilustrasi Buah-buahan/alodokter.com

Thetanjungpuratimes.com – Tiap makanan mengandung kalori yang dibutuhkan untuk tubuh. Namun jika jumlah kalori yang masuk lebih banyak dari jumlah kalori yang dibakar maka dapat berakibat kepada peningkatan berat tubuh.

Jika ingin menurunkan berat badan atau menjaga berat badan tetap ideal, Anda membutuhkan makanan yang rendah kalori untuk menyeimbangkan antara jumlah kalori yang masuk dan jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh.

Makanan Rendah Kalori

Berikut ini adalah beberapa makanan rendah kalori yang baik dikonsumsi untuk menjaga berat badan.

Sayur-sayuran dan buah-buahan

Sudah menjadi rahasia umum jika buah dan sayur adalah dua jenis makanan yang sehat dan pastinya baik untuk tubuh. Makanan ini juga mengandung kalori yang rata-rata berjumlah kurang dari 100 kalori per takaran saji. Misalnya saja brokoli, wortel, timun, kembang kol, seledri, tomat, dan kubis. Sedangkan untuk buah-buahan yang memiliki kandungan kurang lebih 100 kalori per takaran saji adalah avokad, anggur, pepaya, jeruk, kiwi, nanas, stroberi, dan semangka.

Untuk camilan, mengonsumsi secangkir anggur lebih sehat daripada kismis karena kalori dalam secangkir anggur setara dengan seperempat cangkir kismis. Dengan demikian, mengonsumsi anggur akan membuat Anda lebih tahan lapar.

Kacang-kacangan dan biji-bijian

Selain sayur dan buah, kacang dan biji-bijian juga termasuk makanan rendah kalori. Misalnya saja segenggam kacang almond hanya mengandung sekitar 80 kalori, selain itu mengonsumsi 10 biji kacang pistachio hanya memberi kalori sekitar 40 kalori.

Jika lapar di antara jam makan, Anda bisa mengonsumsi popcorn yang sangat rendah kalorinya selama tidak ditambahkan mentega atau gula. Tiga setengah cangkir popcorn hanya mengandung 100 kalori.

Ikan

Ikan juga termasuk dalam makanan rendah kalori, yaitu sekitar 90-200 kalori per 84 gram atau 3 ons. Misalnya salmon, ikan kod, dan tuna. Pastikan ikan yang dikonsumsi diolah dengan cara yang sehat juga yaitu ditumis dengan sedikit minyak atau dikukus. Hindari menggoreng garing ikan.

Jika Anda kurang suka mengonsumsi ikan, jenis daging lain yang rendah lemak adalah daging yang berwarna putih seperti dada ayam. Pastikan Anda menyisihkan kulit ayam yang tinggi kalori dan rendah nutrisinya.

Jumlah Kalori yang Dibutuhkan Tubuh

Jumlah kalori yang dibutu hkan oleh tubuh pada tiap orang bisa berbeda-beda berdasarkan kepada jenis kelamin, usia, dan tingkat aktivitas orang tersebut. Misalnya pada anak-anak yang berusia 2-8 tahun membutuhkan 1000-1400 kalori akan berbeda dengan kebutuhan perempuan dewasa aktif yang berusia 14-30 tahun yang membutuhkan 2400 kalori. Lain halnya dengan perempuan yang berusia 14-30 tahun dan kurang aktif, kalori yang dibutuhkan sekitar 1800-2000.

Pria yang berusia 14-30 tahun dan beraktifitas cukup berat, kalori yang dibutuhkan adalah 2800-3000. Tapi jika kurang aktif maka kalori yang dibutuhkan adalah 2000-2600. Sedangkan pada wanita dan pria yang berusia lebih dari 30 tahun dan masih cukup aktif, maka kalori yang dibutuhkan adalah 2200-3000 kalori per hari. Namun, jika pada usia tersebut aktifitas sudah lebih berkurang atau tidak banyak bergerak, maka kalori yang dibutuhkan hanya 1800-2200 kalori.

Asupan kalori yang berlebih dapat berubah menjadi lemak tubuh yang mana akan disimpan ke dalam sel lemak atau jaringan adiposa. Namun, jika Anda mengurangi asupan kalori atau lebih banyak kalori yang dibakar dibandingkan kalori yang masuk, maka lemak tersebut akan berkurang dan sel lemak akan kembali menciut atau mengerut.

Kurangi asupan kalori Anda jika ingin menurunkan berat badan. Tapi ingatlah bahwa jika kalori yang Anda konsumsi terlalu sedikit, hal tersebut juga tidaklah bagus. Kekurangan kalori bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti mudah lelah, diare, mual, atau sembelit. Mengonsumsi makanan rendah kalori dapat membantu Anda untuk tetap merasa kenyang tanpa mengalami kekurangan kalori yang dibutuhkan tubuh tiap harinya.

(alodokter.com/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR