IMTEK Prihatin Kasus Pencabulan di Tebas

IMTEK Prihatin Kasus Pencabulan di Tebas

380
BERBAGI
Foto : Imbran, Ketua Umum IMTEK/Agustiandi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ikatan Mahasiswa Kecamatan Teluk Keramat (IMTEK), mengaku prihatin dengan kejadian pencabulan yang dilakukan oleh tujuh orang pria  terhadap gadis dibawah umur yang baru-baru ini terjadi di Kecamatan Tebas.

Karena itu, mereka mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan dan meningkatkan kegiatan – kegiatan positif.

Ketua Umum IMTEK, Imbran, mengatakan, ada banyak faktor yang mempengaruhi, dan salahsatunya menurut dia karena kurangnya perhatian dan pengawasan orangtua.

“Sebab sebagian kasus asusila terjadi antara pasangan muda-mudi dibawah umur yang terlibat rasa suka sama suka (seks bebas),” ujarnya,  Rabu (11/1).

Imbran  berpendapat, edukasi tentang seks, pengawasan orangtua, serta pembinaan mental atau spiritual pada anak perlu dilakukan sebagai upaya terus menekan angka kasus asusila maupun pencabulan terhadap anak usia dibawah 17 tahun.

Menurut dia, terjadinya tindak asusila mayoritas dipengaruhi oleh berkembangnya perilaku seks bebas di kalangan remaja yang melakukan hubungan atas dasar suka sama suka. Soalnya kasus kejahatan terhadap anak kerap terjadi lantaran kurangnya pengawasan dari orang tuanya.

“Padahal kita sering mengingatkan masyarakat agar hati-hati dengan kasus kejahatan terhadap anak,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, seiring meningkatnya kasus pencabulan, maka setiap keluarga wajib melakukan pengawasan terhadap anaknya.

Mereka, kata dia, perlu mendapatkan perhatian lebih dari orangtuanya, baik saat di rumah maupun di luar, sehingga pergaulan dan perilaku anak-anaknya bisa terkontrol.

“Saya berharap orangtua tetap fokus melindungi anak-anaknya. Untuk apa kerja banting tulang siang malam hanya demi keluarga, tapi anak-anaknya tidak diperhatikan,” tuturnya.

Imbran menambahkan, harus ada langkah komprehensif yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sambas  agar kasus-kasus asusila ataupun pencabulan yang melibatkan anak usia dibawah umur bisa terus ditekan.

(Agustiandi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR