Ini Kata Polda Kalbar Terkait Petrus Bakus yang Masih Berstatus Anggota Polri

Ini Kata Polda Kalbar Terkait Petrus Bakus yang Masih Berstatus Anggota Polri

413
BERBAGI
Foto : Brigadir Petrus Bakus Saat Digiring Oleh Petugas Kejaksaan Sintang ke Mobil Tahanan Usai Mengikuti Sidang di Pengadilan Negeri Sintang/Lingga

Sintang, thetanjungpuratimes.com – Meskipun Pengadilan Negeri Sintang sudah menutuskan pelaku pembunuhan dan pemutilasi dua anak kandungnya yang terjadi di Kabupaten melawi dinyatakan “Gila” dan sudah dititipkan di Rumah Umum Sakit Jiwa (RSUJ) Sungai Bangkong Pontianak. Namun hingga saat ini Brigadir Petrus Bakus masih berstatus sebagai anggota Polisi.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Suhadi SW menyebutkan untuk status keanggotaan terhadap Brigadir Petrus Bakus hingga saat ini masih belum diberhentikan sebagai anggota polisi.

“Hal ini menginggat proses hukum yang dilalui hingga saat ini belum final, dan saat ini pihak JPU masih dalam tahap pengajuan banding terhadap putusan majelis Hakim Pengadilan Negeri Sintang,” jelasnya kepada sejumlah wartawan usai menggelar sosialisasi jurnalistik dan pengisian konten berita pada website Police News Center (PNC) Polda Kalbar di Polres Sintang.

Meski demikian, dikatakan Suhadi bahwa sejak peristiwa pembunuhan sadis yang dilakukan anggota Sat Intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat Brigadir Petrus Bakus maka secara otomatis gaji sebagai anggota polisi juga dihentikan.

“Kalau untuk Gajinya sebagai anggota polisi sudah dihentikan sejak peristiwa terjadi,“ ucapnya.

Terkait dengan putusan Hakim Pengadilan Negeri Sintang, terhadap Petrus Bakus yang dinyatakan “Gila”, Suhadi menuturkan bahwa yang bersangkutan memang memiliki gangguan jiwa sejak kecil. Namun, bisa lolos dari deteksi polisi ketika masuk.

“Jadi untuk status keanggotaannya sebagai polisi, kita tidak bisa berandai-andai maka kita harus menunggu hingga proses hukumnya selesai,“ pungkas Suhadi.

Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya Kejaksaan Negeri Sintang telah menyerahkan memori banding kasus Petrus Bakus ke pengadilan, Jumat (6/1). Memori banding setebal 17 halaman itu melampirkan banyak hal yang salah satunya bukti 67 SMS Petrus Bakus pada istrinya yang dikirim dalam rentang waktu berbeda.

(Lingga/Faisal)

1 KOMENTAR

  1. Bercermin dari kasus Brigadir petrus Bakus yang melakukan kekerasa, satu hal yang igin saya sampaikan bahwa bila mana oknum Brimob melaksanakan tugas sehari – harinya di salah satu PT perkebunan kelapa sawit dan melakukan penganiayaan ke masyarakat. Dan sekarang anggota Brimob tersebut Makin bertbah, apakah tidak menyalahi aturan?

Comments are closed.