KAMMI Kalbar Minta Pemerintah Batalkan PP No. 60 tahun 2016

KAMMI Kalbar Minta Pemerintah Batalkan PP No. 60 tahun 2016

225
BERBAGI
Foto: Massa KAMMI saat menggelar aksi di taman digulist/Maulidi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Puluhan massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi di taman Digulist. Rabu (11/1) sore.

Koordinator Aksi lapangan, M. Arief Fathony mengatakan aksi tersebut untuk menyuarakan keresahan rakyat, dimana pemerintah menetapkan berbagai kebijakan seperti kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan pengurusan kendaraan bermotor, dan naiknya harga pangan seperti cabe.

“Aksi sore ini, KAMMI bersama rakyat, karena ketika rakyat menjerit, pemerintah tampaknya abai sama rakyat,” ujar M. Arief.

Ia mengatakan, dalam melakukan aksi tersebut bukanlah tanpa dasar, karena ia telah turun langsung ke lapangan dan bertanya apakah merasakan keresahan.

“Masyarakat mendukung aksi kami, karena mereka merasa peraturan dan kebijakan tersebut akan menyusahkan mereka,” katanya.

Maka dengan inisiasi, bahwa KAMMI adalah bagian yang tidak terpisahkan oleh rakyat, maka ada beberapa tuntutan yang akan KAMMI tunjukkan diantaranya menyatakan diri menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari rakyat, siapapun yang menyakiti rakyat maka akan berhadapan dengan KAMMI. KAMMI bersama Rakyat.

“KAMMI menuntut pemerintah Jokowi-Jk untuk membatalkan kenaikan tarif dasar listrik,” tegasnya.

Arief juga mengatakan bahwa KAMMI menuntut pemerintah Jokowi-Jk untuk menghentikan kenaikan harga BBM sesuai mekanisme pasar.

“KAMMI juga menuntut pemerintah Jokowi-Jk untuk membatalkan PP No 60 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan kenaikan pengurusan surat-surat kendaraan,” tutupnya.

(Maulidi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY