Kapolres : Penganiayaan di Sekolah Pelayaran Merupakan Insiden Ketiga

Kapolres : Penganiayaan di Sekolah Pelayaran Merupakan Insiden Ketiga

202
BERBAGI
Foto : Para pelaku penganiayaan/rimanews.com

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Awal Chaeruddin, mengatakan, aksi kekerasan terhadap siswa taruna di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) bukanlah yang pertama, dan sudah terjadi untuk yang ketigakalinya.

“Sebelum insiden ini pernah terjadi pada tahun 2012 dan 2013,” ujar Awal dalam keterangannya, pada Rabu (11/01/2017).

Semalam, seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirulloh Adityas Putra, harus meregang nyawa setelah mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seniornya.

Tindakan kekerasan itu diduga dilakukan empat orang seniornya di Gedung dormitory ring 4, kamar M205 lantai 2 Gedung STIP, Cilincing, Jakarta Utara sekitar pukul 22.30 WIB.

Kejadian itu berawal ketika para senior sekitar pukul 22.00 WIB memanggil sebanyak 6 taruna tingkat 1 untuk segera berkumpul di tempat kejadian. Satu persatu taruna tingkat satu datang untuk dilakukan penganiayaan oleh para pelaku dengan cara pemukulan menggunakan tangan kosong secara bergantian dan diarahkan ke perut, dada dan ulu hati. “Termasuk kepada korban,” ungkap Awal.

“Saat pukulan terakhir yang dilakukan pelaku Willy tiba-tiba korban ini ambruk. Selanjutnya korban diangkat oleh para pelaku ke atas tempat tidur di samping TKP,” sambung Awal.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari TKP seperti 1 botol minyak tawon, 1 botol minyak telon, 1 buah gayung mandi, 1 buah gelas dan 2 puntung rokok Sampoerna Mild. Para pelaku disangkakan pasal 170 sub 351 ayat 3 KUHP tentang perlakuan kekerasan terhadap orang dan barang di muka umum.

(rimanews.com/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY