Memilih Minuman Diet dari Jus Buah dan Sayur

Memilih Minuman Diet dari Jus Buah dan Sayur

108
BERBAGI
Foto : Ilustrasi Jus Buah/alodokter.com

Thetanjungpuratimes.com – Beragam cara dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan. Salah satunya dengan memanfaatkan jus buah dan sayur sebagai minuman diet. Berikut fakta yang sebenarnya mengenai minuman diet tersebut.

Memanfaatkan minuman diet dengan jus sayur dan buah masih tergolong kontroversial. Diet ini bisa dilakukan beberapa hari hingga beberapa minggu, dengan disertai konsumsi makanan yang minim.

Efek Terhadap Penurunan Berat Badan

Sekilas, minum jus buah dan sayur merupakan cara menurunkan berat badan yang mudah. Namun, sebenarnya ada risiko di balik itu. Walaupun kebutuhan serat terpenuhi, ada risiko kekurangan protein yang dialami tubuh.

Saat tubuh kekurangan protein maka akan menimbulkan keinginan mengonsumsi makanan tinggi protein seperti keik atau donat. Selain itu, kekurangan protein dapat berisiko kehilangan massa otot. Seorang ahli mengatakan, jika konsumsi jus buah dan sayur yang dilakukan terlalu ekstrim, justru hasil penurunan berat badannya tidak akan berlangsung lama.

Tubuh juga kemungkinan akan mengalami kekurangan sodium, karena buah dan sayur mengandung sodium yang sangat sedikit. Hal ini dapat menimbulkan sakit kepala, lemas, limbung, serta mual.

Meski demikian, sebagian ahli kesehatan menyebutkan kemungkinan manfaat dari konsumsi jus buah dan sayur untuk menurunkan risiko kanker dan sakit jantung. Jus buah dan sayur sebagai minuman diet juga memiliki manfaat mendorong sistem imunitas, meski sebenarnya tidak jauh berbeda dengan konsumsi buah dan sayur secara langsung.

Namun, jangan pula serta-merta menganggap jus sebagai minuman rendah kalori, apalagi jika diberikan tambahan lain. Jus sayur memiliki kalori lebih rendah dari buah. Porsi mengonsumsi jus buah yang disarankan setiap hari tidak lebih dari empat buah. Jika perlu, tambahkan protein sebagai penyeimbang seperti yoghurt, susu almond, atau bahan lainnya.

Upaya Detoksifikasi Belum Terbukti

Sebenarnya, ada berbagai alasan melakukan diet dengan memanfaatkan jus buah dan sayur, selain menurunkan berat badan yaitu sebagai upaya detoksifikasi. Seorang ahli nutrisi menganggap ini kurang efektif.

Bahkan diet detoksifikasi ini dianggap berisiko dan dapat memicu gangguan kesehatan, serta membuat tubuh akan memperoleh kembali lemak tidak sehat setelah proses detoks selesai.

Memang hingga kini memang belum ada penelitian yang mendukung diet dengan jus sebagai proses detoksifikasi. Menurut seorang ahli, organ hati dan ginjal sebenarnya dapat melakukan hal tesebut secara alami meski tanpa diet jus.

Cara Mengonsumsi Jus yang Disarankan

Jus buah dan sayur sebagai minuman diet disarankan segera dikonsumsi setelah dibuat, tidak lebih dari satu hari. Dibandingkan mesin pembuat jus yang memisahkan dengan serat, ada baiknya menggunakan blender untuk membuat jus. Sehingga cairan jus yang diperoleh dari buah dan sayur yang banyak mengandung mineral, vitamin, dan zat-zat bermanfaat lainnya juga tetap mengandung serat untuk kesehatan pencernaan tubuh kita.

Meski, hingga kini belum terbukti mengonsumsi jus lebih bermanfaat dibandingkan mengonsumsi buah dan sayur secara langsung. Hanya saja minum jus buah dan sayur bisa menjadi alternatif jika Anda tidak terbiasa memakannya secara langsung.

Tapi saat mengonsumsi jus buah dan sayur, disarankan untuk mengonsumsi minimal dua porsi buah dan empat porsi sayur setiap hari dengan kombinasi warna dan rasa yang berbeda.

Bagi Anda yang ingin menggunakan jus buah dan sayur sebagai minuman diet, dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar terhindari dari risiko kesehatan.

(alodokter.com/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR