Menteri Perhubungan Copot Kepala STIP

Menteri Perhubungan Copot Kepala STIP

253
BERBAGI
Foto : Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi/antara

Jakarta, thetanjungpuratimes – Kementerian Perhubungan mencopot jabatan Capt. Weku F. Karuntu dari Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), usai meninggalnya Amirulloh Adityas Putra (19), taruna tingkat 1  Angkatan Tahun 2016, akibat dianiaya oleh 4 orang seniornya semalam.

“Keputusan ini diambil untuk mempermudah pelaksanaan tugas tim investigasi internal yang telah dibentuk,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, melalui siaran pers yang diterima, pada Rabu (11/01/2017).

Amirullah meregang nyawa diduga usai dipukuli empat orang seniornya di Gedung Dormitory Ring 4, kamar M205 lantai 2 Gedung STIP, Cilincing, Jakarta Utara, kemarin sekitar pukul 22.30 WIB.

Kekerasan di STIP semalam bukanlah yang pertama. Pada tahun 2012 dan 2013 insiden serupa pernah terjadi. Insiden bermula ketika Amir beserta 5 rekannya dipanggil kedalam Gedung dormitory ring 4, kamar M205 lantai 2 Gedung STIP, Cilincing, Jakarta Utara sekitar pukul 22.30 WIB oleh 4 orang seniornya.

Satu per satu, taruna tingkat 1 itu diberikan bogem mentah dari para senior pada bagian perut, dada dan ulu hati. Akibatnya, Amir ambruk dan digotong ke salah satu kasur yang ada diruangan. Petugas piket menyatakan Amir telah tak bernyawa dan kejadian itu dilaporkan ke Polsek Cilincing.

Dalam insiden ini, Kemenhub juga akan bertanggungjawab terhadap seluruh proses mulai dari rumah sakit sampai dengan pemakaman.

“Kemenhub telah menyerahkan penanganan kasus ini kepada Kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Budi.

Menteri Budi menginstruksikan kepada Kepala BPSDMP agar lebih meningkatkan pengawasan dan pembinaan baik secara edukasi maupun peningkatan moral taruna-taruni sekolah tinggi di bawah pembinaan Kemenhub untuk mencegah terulangnya kasus ini ke depan.

“Karena Kementerian Perhubungan telah berulang kali menyampaikan peringatan kepada para pengelola sekolah untuk melaksanakan standar prosedur (protap) pengawasan dan pencegahan terjadinya kekerasan di sekolah-sekolah dibawah pembinaan Kementerian Perhubungan.

Menhub telah memerintahkan Kepala Badan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan untuk membentuk tim investigasi internal guna melakukan investigasi mengapa kasus tersebut sampai terjadi lagi.

“Tim investigasi internal saat ini telah dibentuk dan diketuai oleh Sekretaris BPSDM Perhubungan, Edward Marpaung,” ungkap Budi.

(rimanews.com/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR