Ratusan WNI Terdampar di Bandara Turki

Ratusan WNI Terdampar di Bandara Turki

81
BERBAGI
Foto : Ilustrasi maskapai penerbangan di Istanbul, Turki/suara.com

Turki, thetanjungpuratimes.com – Konsulat Jenderal RI Istanbul telah menugaskan stafnya selama cuaca buruk hujan salju yang melanda Istanbul, Turki, dengan memberikan bantuan yang diperlukan bagi warga negara Indonesia yang terjebak badai salju.

Konsul Jenderal RI Istanbul, Herry Sudradjat, mengatakan, bahwa banyak penerbangan internasional yang seharusnya transit di Istanbul dialihkan ke kota-kota lain di Turki, seperti ke Antalya dan Gaziantep.

Staf KJRI telah ditugaskan untuk mengantisipasi kondisi tak terduga yang dialami oleh penumpang WNI sebagai akibat dari tidak berfungsinya secara optimal bandara di Istanbul.

Badai Salju di Istanbul, Turki, menyebabkan ratusan penumpang pesawat WNI terdampar di negara itu.

Dilaporkan Antara, cuaca buruk akibat badai hujan salju yang melanda Istanbul selama empat hari berturut-turut sejak Jumat (6/1) hingga Selasa (10/1) menyebabkan terganggunya pelayanan di bandar udara internasional Ataturk dan Sabiha Gokcen.

Lebih dari 1.800 jadwal penerbangan domestik dan internasional di kedua bandara itu telah mengalami penundaan bahkan pembatalan.

Sejak badai salju terjadi, KJRI Istanbul telah menerima puluhan laporan dari masyarakat Indonesia yang mengalami penundaan maupun pembatalan jadwal penerbangan di bandar udara di Istanbul dan petugas piket yang bertugas telah melakukan koordinasi dan menjembatani komunikasi antara penumpang WNI dan pihak maskapai penerbangan.

KJRI menerima laporan mengenai WNI yang dalam kondisi kesehatan serius yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Sebagian penumpang WNI memilih berada di bandar udara untuk kepastian jadwal penerbangan, sementara sebagian penumpang lainnya meminta fasilitas akomodasi dari maskapai penerbangan, dan sebagian lagi mendapatkan penampungan KJRI Istanbul.

Menurut Kantor Walikota Istanbul, badai hujan salju tersebut merupakan yang terburuk dialami Istanbul sejak tahun 2009. Di beberapa tempat ketebalan salju mencapai antara 40 cm hingga 120 cm.

Sebagian besar aktivitas umum di Istanbul mengalami kelumpuhan akibat cuaca buruk. Sekolah-sekolah diliburkan sejak Senin (9/1) sementara kantor-kantor pemerintah tutup lebih awal (pukul 15.30).

Pemerintah juga menutup pelayanan publik bagi pelayaran transit dan feri di Selat Bosphorus yang memisahkan sisi Eropa dan Asia dari kota terbesar di Turki ini, sebagai akibat dari memburuknya jarak penglihatan selama badai salju.

Bagi masyarakat Indonesia yang mengalami kesulitan dapat menghubungi KJRI Istanbul dengan saudara Dandy Soeparan, Hp.+905314530351, email: istanbul.kjri@kemlu.go.id.

(antara/suara.com/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR