Masyarakat Dihimbau Melaporkan Karhutla ke BPBD dan Manggala Agni

Masyarakat Dihimbau Melaporkan Karhutla ke BPBD dan Manggala Agni

111
BERBAGI
Foto : Ateng Tanjaya, Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Pontianak/Agustiandi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Pontianak, Ateng Tanjaya, mengatakan, jika ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masyarakat diminta untuk melaporkan hal itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  setempat dan Manggala Agni.

“Selama ini masyarakat jika melihat adanya kebakaran lahan dan hutan, melaporkannya pasti ke pemadam swasta, padahal itu seharusnya tangungjawab pemerintah,” kata dia,  saat ditemui di Pos Pemadam Kebakaran Pesat, jalan H Abu Na’im, Kamis (12/1).

Walaupun Karhutla tersebut bukan tanggungjawab dari pemadam swasta, namun pihaknya tetap berupaya menangani kebakaran tersebut. Selama ini pemadam swasta malah bersemangat memadamkan Karhutla.

“Harusnya lapor dulu ke polisi atau ke BPBD dan Instansi terkaitlah, baru kalau mereka kewalahan, kami tetap siap bantu,” tambahnya.

Sesuai dengan Tugas dan Fungsi (Tupoksi) pemadam kebakaran swasta,  adalah memadamkan kebakaran rumah dan gedung. Jika kebakaran lahan yang jaraknya 20 sampai 50 meter dari rumah warga, itu baru termasuk tanggungjawab pemadam kebakaran swasta.

“Sebenarnya Karhutla yang menjadi tanggungjawab damkar swasta itu 20 meter jika melawan arah angin, dan 50 meter jika searah dengan arah angin, dari jarak rumah warga,” jelasnya.

Namun, lanjut Ateng, antara pemerintah dan pihak swasta harus bahu membahu dalam memadamkan kebakaran. Kewajiban pemerintah dan swasta tetap sama.

“Kami senantiasa siap, tapi kadang-kadang punya keterbatasan, karena mesin dan perlengkapan dari para pemadam itu sangat minim, karena biasanya Karhutla itu sampai beberapa kilometer ke dalam, sehingga susah untuk menjangkau titik kebakaran,” kata dia.

(Agustiandi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR