Wasekjen MUI Pusat Diusir Pemuda Dayak di Sintang

Wasekjen MUI Pusat Diusir Pemuda Dayak di Sintang

9486
BERBAGI
Foto : Situasi saat Tengku Zulkarnain hendak turun dari pesawat/Istimewa

Sintang, thetanjungpuratimes.com – Pemuda Dayak Sintang melakukan penolakan dan pengusiran terhadap kehadiran Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat saat tiba di Bandara Susilo Sintang, pada Kamis (12/01/2017) siang.

Melihat aksi penolakan dan pengusiran yang dilakukan oleh para Pemuda DAD Kabupaten Sintang tersebut, pada pukul 10.30 WIB Wasekjen MUI Pusat, Tengku Zulkarnain, Kepala Ponpes LPKA Kabupaten Bengkayang, M Effendy Khoiri, Lukmanul Hakim beserta rombongan, memutuskan tidak jadi turun dari pesawat dan langsung meninggalkan Kabupaten Sintang menggunakan pesawat Garuda Indonesia menuju Pontianak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pada hari Kamis tanggal 12 Januari 2017, sekitar pukul 09.30 WIB bertempat di Gedung Pancasila, Kabupaten Sintang akan dilaksanakan kegiatan pelantikan pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang yang rencananya akan dilakukan oleh Ketua DAD Provinsi Kalbar sekaligus Gubernur Kalbar, Cornelis.

Selanjutnya pada pukul 09.45 WIB para Pemuda Dayak Kabupaten Sintang berjumlah sekitar 30 orang menggunakan tiga unit mobil yang dipimpin oleh Andreas, bergerak dari Gedung Pancasila menuju ke Bandara Susilo Sintang untuk menjemput kedatangan Ketua DAD Provinsi Kalbar, Cornelis.

Pada saat menunggu kedatangan Ketua DAD Kalbar, Cornelis, para Pemuda Dayak DAD Kabupaten Sintang mendapatkan informasi tentang adanya kedatangan Wasekjen MUI Pusat, Tengku Zulkarnain, sehingga langsung melakukan penolakan, dengan menyampaikan beberapa hal, melalui Andreas.

Pernyataan tersebut diantaranya, pertama, masyarakat Kabupaten Sintang khususnya warga Dayak Kabupaten Sintang menolak kedatangan Wasekjen MUI Pusat dan melarang untuk menginjakan kakinya di tanah Kabupaten Sintang.

Kedua, warga Dayak Kabupaten Sintang menolak kedatangan Wasekjen MUI Pusat dikarenakan adanya statement atau pernyataan dari Wasekjen MUI Pusat disalah satu media sosial yang mengatakan bahwa warga suku Dayak kafir dan tidak pantas masuk surga.

Ketiga, bahwa warga Dayak Kabupaten Sintang tidak membenci MUI, namun lebih kepada oknum dalam hal ini Wasekjen MUI Pusat, Tengku Zulkarnain, yang telah menghina suku Dayak.

Selama pelaksanaan aksi penolakan tersebut, situasi berlangsung aman.

Sementara itu, Wasekjen MUI Pusat, Tengku Zulkarnain, belum berhasil dikonfirmasi.

(Tim Liputan)

Foto : Situasi aksi penolakan/Istimewa

 

 

 

Foto : Situasi aksi penolakan/Istimewa

3 KOMENTAR

  1. Ya jangan seenaknya dong mengatasnamakan dayak mengusir ulama muslim, ini tindakan intoleransi beragama dan juga pelanggaran ham. apabila ybs menista seseorg atau etnis kenapa gk dilaporin kepolisi aja bung, ingat warga dayak di borneo ini banyak yg muslim juga lho, mengancam pakai sajam segala. Ini ngr pancasila yg menjamin kebebasan beragama dan ulama tsb juga krn diundang oleh Bupati/ Mui setempat, sangat disayangkan.

  2. Ya jangan seenaknya dong mengatasnamakan dayak mengusir ulama muslim, ini tindakan intoleransi beragama dan juga pelanggaran ham. apabila ybs menista seseorg atau etnis kenapa gk dilaporin kepolisi aja bung, ingat warga dayak di borneo ini banyak yg muslim juga lho, mengancam pakai sajam segala. Ini ngr pancasila yg menjamin kebebasan beragama dan ulama tsb juga krn diundang oleh Bupati/ Mui setempat, sangat disayangkan.

Comments are closed.