Mahasiswa : Kami Diadu Domba

Mahasiswa : Kami Diadu Domba

BERBAGI
Foto : Mahasiswa saat demo di rumah SBY/rimanews.com

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia mengaku diadu domba dengan adanya “Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia” di Cibubur yang berunjung dengan unjuk rasa di rumah mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono, Senin lalu.

Koordinator BEM Seluruh Indonesia, Wildan Wahyu Nugroho, menyebut agenda tersebut kental tendesi politik dan di-setting untuk propemerintahan Joko Widodo.

“Pada beberapa sesi disampaikan hal-hal yang menyudutkan beberapa ormas dan tokoh nasional yang dicap merugikan pemerintah Joko Widodo, sehingga hal ini berpotensi memicu disintegrasi bangsa dan memunculkan rasa benci,” kata Wildan, dalam keterangan persnya, hari ini.

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus, Senin 6 Februari lalu menduduki Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, hanya beberapa ratus meter dari rumah SBY. Unjuk rasa mereka berisi tuntutan agar pemerintah menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum sekolah, menolak isu SARA, serta mengusut tuntas semua kasus korupsi tanpa pandang bulu.

SBY memprotes demo itu di Twitter. Dia mempertanyakan demo mahasiswa dilakukan di rumah pribadinya dan dirinya saat ini sudah tidak menjabat sebagai presiden RI.

Wildan mengakui, kegiatan itu sarat politisasi untuk mendukung salah satu figur partai dengan menggunakan embel-embel mahasiswa.

“Panitia telah berbohong dan mengotori marwah mahasiswa,” ujarnya.

Jambore mahasiswa juga dianggap upaya pecah belah persatuan mahasiswa serta penggembosan pergerakan mahasiswa dalam idealisme eksekutif kampus dan menggiring mahasiswa untuk melakukan aksi turun ke jalan dengan konten tuntutan yang telah panitia siapkan.

“Dengan kata lain ditunggangi kepentingan politik. Dan ada peserta yang berseberangan dengan agenda tersebut diusir keluar secara tidak hormat,” jelas dia.

Wildan menegaskan, seluruh BEM Perguruan Tinggi yang tergabung dalam anggota Aliansi BEM Seluruh Indonesia tidak pernah mendelegasikan mahasiswa dalam agenda tersebut dan menyatakan tidak terlibat.

Dia menuntut Presiden Jokowi mengklarifikasi agenda Jambore dan Silaturahmi mahasiswa Indonesia bukanlah agenda mahasiswa, seperti yang diklaim panitia.

“Menolak politisasi dan penunggangan gerakan mahasiswa,” sebut dia.

(rimanews.com/muh)

TIDAK ADA KOMENTAR