Mobil Mewah Lolos ke Kalbar, Legislator ini sebut Bea Cukai di Perbatasan...

Mobil Mewah Lolos ke Kalbar, Legislator ini sebut Bea Cukai di Perbatasan ‘Aneh’

BERBAGI
Foto : Mobil mewah illegal yang diangkut menggunakan truck yang ditutup dengan potongan ban/Maulidi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar menilai, jika benar mobil mewah yang diamankan Polda Kalbar pada Selasa (28/2) malam kemarin,  berasal dari Malaysia, maka Kepala Bea Cukai harus bertanggung jawab.

Menurutnya, lolosnya mobil tersebut, sangat aneh jika menyelundupan mobil mewah itu bisa lepas dari negara tetangga. Hal ini menunjukkan betapa rapuhnya pengamanan di perbatasan Indonesia.

“Mobil saja bisa lolos apa lagi barang-barang yang relatif kecil, tentu saja akan sangat mudah untuk lolos masuk ke Pontianak. Kepala Bea Cukai harus bertanggung jawab atas kasus tersebut,” ujarnya, Rabu (1/3).

Seharusnya, lanjut dia,  hal ini bisa diantisipasi sejak awal. Namun sayangnya, kasus ini justru berulang. Sudah beberapa kali kasus penyelundupan mobil mewah berhasil masuk ke Kalimantan Barat.

“Ada yang aneh dengan Bea Cukai di perbatasan,” kesalnya.

Padahal, secara hukum Bea Cukai memiliki PPNS (Penyidik Pengawai Negeri Sipil) sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Bea Cukai PPNS itu memiliki hak yang cukup istimewa.

PPNS mempunyai hak untuk meneruskan secara langsung kasus pada jaksa penuntut umum, tanpa melibatkan kepolisian. Walau dalam KUHAP, sudah jelas peran polisi sebagai penyidik.

“Konflik norma dalam beberapa produk hukum yang menyangkut Bea Cukai ini menjadi kendala dalam pengamanan daerah perbatasan terkait tupoksi Bea Cukai. Maraknya penyelundupan ini tidak terlepas dari lemahnya sistem hukum yang ada saat ini,” sesalnya.

Namun yang tak kalah penting yang harus disoroti adalah lemahnya pengawasan dari Bea Cukai itu sendiri. Menurutnya, Kepala Bea Cukai sudah semestinya bertanggung jawab. Dia pun berharap polisi yang bertindak sebagai penyidik dalam kasus lolosnya penyelundupan ini, bertindak cermat.

“Bukan hal yang mustahil, ada keterlibatan oknum-oknum Bea Cukai dalam permainan ini. Jadi polisi dalam melakukan penyidikan, tidak terputus pada supir dan pemilik mobil mewah saja. Tapi harus dilakukan penyidikan lebih mendalam mengapa mobil mewah itu bisa sampai di Pontianak,” katanya.

Herman menginginkan penyidikan secara melebar dilakukan terhadap pihak-pihak yang mempermudah proses penyelundupan ini. Selain itu, sebagai antisipasi, Bea Cukai harus meningkatkan kinerjanya.

(Agustiandi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR