Operasi Simpatik Harus Optimal Tekan Trend Kenaikan Lakalantas

Operasi Simpatik Harus Optimal Tekan Trend Kenaikan Lakalantas

BERBAGI
Foto : Kapolres Mempawah, Ajun Komisaris Besar Polisi Dedi Agustono SIK, melaksanakan operasi "SIMPATIK 2017"/AZ

Mempawah, thetanjungpuratimes.com – Kapolres Mempawah, Ajun Komisaris Besar Polisi Dedi Agustono SIK, menekankan kepada jajarannya untuk melaksanakan operasi “SIMPATIK 2017” dengan kesiapan, baik secara personil maupun sarana pendukung lainnya. Hal tersebut sekaligus mendorong instansi terkait di lingkungan pemerintahan Kabupaten Mempawah sinergis terkait tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi.

“Sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan,” kata Kapolres AKBP Dedi Agustono SIK.

Kapolres menyadari dalam mengatasi permasalahan lalu lintas tidak dengan berdiam diri. Melainkan diperlukan tindakan dan berbagai upaya untuk menciptakan pemerintahan yang bertanggungjawab dalam membina dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

“Kewajiban ini yang harus dipenuhi petugas kita sebagaimana diamanatkan Undang-undang nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, yang mengatur angkutan jalan adalah bagaimana untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban,” tegas Kapolres.

Guna meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat dampak yang sangat buruk terhadap korban kecelakaan lalu lintas. Dikatakannya, diperlukan membangun budaya tertib berlalu lintas, meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik. Poin penting sebagaimana dimaksud merupakan hal yang kompleks, yang tidak dapat ditangani oleh polantas sendiri.

“Melainkan sinergisitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusi yang diterima, dan itu yang harus dijalankan oleh semua pihak,” ujar Kapolres Dedi Agustono.

Selanjutnya, dalam melaksanakan amanat undang-undang, polisi lalu lintas ditekankan memiliki fungsi, yaitu edukasi, engineering (rekayasa), enforcement atau penegakan hukum, identifikasi dan registrasi pengemudi dan kendaraan bermotor, pusat K3I yakni komunikasi, koordinasi dan kendali serta informasi.

“Koordinator pemangku kepentingan lainnya, memberikan rekomendasi dampak lalu lintas, dan korwas PPNS. Ke-8 fungsi wajib diimplementasikan dengan baik pada fungsi polantas,” ujar Kapolres.

Jajaran korlantas Polri, umumnya di Polres Mempawah diharapkan mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, baik secara taktis, teknis maupun strategis agar potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi dapat diminimalisir, sehinga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran yang mantap untuk menindaklanjuti kebijakan nawa cita presiden RI yang dijabarkan dengan program prioritas Kapolri yang disebut program (Promoter), yakni profesional, modern dan terpercaya. Kemudian transparan, akuntabel dan berkeadilan.

Melalui Operasi SIMPATIK 2017 diharapkan dapat semakin mendorong tujuan operasi, meningkatkan disiplin masyarakat berlalu lintas di jalan raya, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalulintas.

Berdasarkan data jumlah pelanggaran lalu lintas secara nasional, seperti tilang di tahun 2015 sejumlah 5.439.052 kasus dan pada tahun  2016 sejumlah 6.272.375 kasus atau ada kenaikan trend (15 %).

Teguran tahun 2015 sejumlah 2.526.162 pelanggaran. Sementara pelanggaran pada tahun 2016 sejumlah 2.225.404 pelanggaran atau ada trend  (-11 %). Sementara jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2015 sejumlah 98.970 kejadian dan pada tahun 2016 sejumlah 105.374 kejadian atau ada kenaikan trend (6 %).

Sementara korban meninggal dunia tahun 2015 sejumlah 26.495 orang, dan pada tahun 2016 sejumlah 25.859 orang atau ada penurunan trend (-2 %). Adapun korban luka berat tahun 2015 sejumlah 26.840 orang, dan pada tahun 2016 sejumlah 22.939 orang atau ada penurunan trend (-14%).

Selain itu, untuk korban luka ringan tahun 2015 sejumlah 110.714 orang, dan pada tahun 2016 sejumlah 129.913 orang atau ada kenaikan trend (17%). Sedangkan asumsi kerugian materil tahun 2015 sejumlah Rp. 272.314.014.600 atau ada penurunan trend (-20%).

(AZ/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR