Mudahnya Mobil Mewah Masuk ke Kalbar ?

Mudahnya Mobil Mewah Masuk ke Kalbar ?

BERBAGI
Foto : Suasana di Pos Lintas Batas Negara Kalbar-Malaysia di Entikong, Sanggau/Muh

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Umum Organisasi Masyarakat Komunikasi Kemitraan Teritorial (KKT), Tengku Apreandi, mengatakan, mudahnya mobil mewah masuk di perbatasan antara negara Indonesia dengan Malaysia dikarenakan adanya oknum-oknum masyarakat dan pegawai yang bermain didalamnya.

“Sistem pengamanan di perbatasan harus dibenahi dengan benar, yang pertama adalah pintu masuk, yang kedua adalah Bea Cukai dan para Pegawai Negeri Sipil yang bekerja disana,” ujarnya.

Menurutnya, masuknya mobil mewah di Kalbar tentu harus dipelajari, mulai dari pintu masuk, kemudian melewati perbatasan hingga sampailah di Kota Pontianak.

“Mobil sebesar itu saja bisa masuk, apa lagi minuman kaleng, pasti bisa masuk semua itu nantinya. Sehingga kinerja Bea Cukai di perbatasan itu harus benar-benar bisa diberi pandangan kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam pelaksanaan di lapangan ada dua hal terpenting dalam pelaksanaanya, yaitu dari proses pemeriksaan sebagai segi pengamanan pintu masuk perbatasan.

“Kenapa barang sebesar itu bisa sampai di perbatasan kita. Sehingga ini akan menjadi sebuah kejanggalan apabila Bea Cukai di perbatasan tidak mengetahuinya. Karena akan menjadi sebuah pertanyaan ada apa dengan Bea Cukai di Perbatasan,” ucapnya.

Dirinya menilai, Bea Cukai Kalbar harus segera membenahi sistem pengamanan di wilayah perbatasan, karena masuknya mobil mewah dari perbatasan bukanlah sebuah cerita baru.

“Karena sudah menjadi hal yang tak diherankan lagi. Dan tidak hanya mobil-mobil biasa, bahkan mobil mewah yang bernilai milyaran rupiah juga sangat mudah masuk melewati perbatasan, sehingga terjadilah keresahan masyarakat,” imbuh dia.

Dirinya mempertanyakan, masyarakat yang kesehariannya bekerja kayu ilegal di perbatasan bisa ditahan, lantas kenapa mobil sebesar itu, tidak bisa diketahui dan ditindaklanjuti dengan sesegera mungkin.

“Bea Cukai harusnya segera mengambil tindakan tegas. Jangan sopirnya saja yang diamankan, melainkan petugasnya juga harus diamankan.

Apabila ketahuan membiarkan mobil mewah itu lewat di pintu masuk perbatasan kita. Agar benar-benar bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata dia.

Dirinya menyebutkan, dalam mengambil tindakan tegas, Bea Cukai jika mengetahui mobil mewah tersebut masuk melewati pintu masuk, maka pegawai tersebut harus dipecat.

“Apabila tidak dipecat, maka Bea Cukai harus bertanggungjawab, dan harus mengambil tindakan untuk mengambil langkah tindakan pergantian seluruh pegawai yang ada diperbatasan. Karena Bea Cukai Provinsi Kalbar masih mempunyai pegawai-pegawai yang baik,” sebutnya.

Dirinya berharap, pergantian pegawai tersebut, dapat bekerja dengan profesional di lapangan, agar hal seperti ini tidak terjadi kembali.

Bea Cukai juga bisa menjalankan fungsinya di perbatasan dengan sebagaimana mestinya.

“Karena fungsi Bea Cukai di perbatasan kita sudah jelas. Keluar masuknya barang di wilayah perbatasan itu akan diperiksa dengan detail oleh pihak Bea Cukai, termasuk pajaknya juga harus dibayarkan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Sehingga tidak ada lagi oknum-oknum yang bermain tidak sesuai dengan prosedur,” ucapnya.

Dirinya menegaskan, jika kinerja seperti ini masih tetap dipertahankan, maka akan menimbulkan dampak yang lebih besar kedepannya.

“Nantinya bukan lagi mobil yang bebas keluar masuk, akan ada lebih besar lagi. Baik itu narkoba dan sebagainya. Yang masih menjadi kejanggalan saat ini adalah kenapa barang sebesar itu bisa lewat begitu saja, sedangkan narkoba bisa dapat,” tegas dia.

Jika kekurangan alat masih menjadi kendala yang di alami oleh Bea Cukai di perbatasan, maka tugas Pemerintah Daerah yang harus mendatangkan alatnya.

“Pemda setempat harus bisa mendatangkan alat yang canggih, sehingga mobil mewah sebesar itu, tidak mudah masuk kembali melewati wilayah perbatasan Negara kita. Termasuk kendaraan-kendaraan yang keluar masuk, harus diperiksan dengan teliti,” terangnya.

(Viky/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR