Atbah Tegaskan akan Pecat Oknum Guru Cabul

Atbah Tegaskan akan Pecat Oknum Guru Cabul

BERBAGI
Foto : Atbah Romin Suhaili, Bupati Kabupaten Sambas, saat berada di Pontianak/Agustiandi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, menegaskan, akan memecat oknum guru berinisal MU (54) yang telah berbuat asusila terhadap tiga orang muridnya yang masih duduk di kelas satu SD. Ia pun meminta kepada pihak penegak hukum untuk menjatuhkan hukuman sebarat-beratnya bagi oknum guru tersebut jika terbukti bersalah.

Kepada wartawan di Pontianak, ia mengatakan, jika perbuatan seperti itu sungguh sangat tidak layak dilakukan, apalagi pelakunya adalah seorang guru yang mendapat amanah untuk mendidik calon generasi bangsa untuk masa depan bangsa yang lebih baik.

“Oknum guru yang melakukan pelecehan seksual sekarang sedang ditangani oleh kepolisian, saya akan bertindak tegas, karena ini terkait dengan marwah para guru, marwah pendidik, pelaku pendidikan yang harusnya sebagai contoh dan tauladan bagi semua orang, malah melakukan tidakan yang sangat memalukan,” kesalnya, Rabu (22/3) siang.

Ia mengaku, hal tersebut menjadi sebuah cambuk bagi dia sebagai kepala daerah Kabupaten Sambas. Hal tersebut sudah diluar batas. Fenomena itu pun dikatakannya suatu yang miris bagi daerah.

Lebih jauh ia menceritakan, bahwa modus dari pelaku guru cabul tersebut adalah berupaya menujukkan sikap yang sangat baik, serta kasih sayang kepada murid-muridnya. Setelah sang korban sudah mulai merasa akrab dengan guru tersebut baru ia melakukan aksi bejatnya tersebut.

“Saya sudah tau dengan ceritanya, modus guru tersebut memulai dengan memperlihatkan kasih sayang kepada anak muridnya, dielus-elus, dipangku, dan sebagainya, kemudian mengarah kepada tindakan asusila,” papar orang nomor satu di Kabupaten Sambas tersebut.

Bagaimana pun, lanjut dia, hal tersebut sudah mencoreng dunia pendidikan, maka tindakan tegas dan keras harus dilakukan agar kejadian serupa tidak akan terulang kembali.

“Saya pikir ini sangat mencoreng dunia pendidikan,” pungkasnya.

(Agustiandi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR