“Main Mata” Pembangunan Proyek Bandara Internasional Supadio

“Main Mata” Pembangunan Proyek Bandara Internasional Supadio

564
BERBAGI
Foto : Bambang Sodarsono Ketua Umum SEMMI/Istimewa
Foto : Bambang Sodarsono Ketua Umum SEMMI/Istimewa

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Robohnya plafond (langit-langit) ruang boarding Bandara Internasional Supadio masih meninggalkan beragam dugaan, tidak hanya dianggap kecelakaan, kesalahan dalam pelaksanaan proyek tersebut juga dianggap menjadi penyebabnya.

Bambang Sudarmono, Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia, menyoroti hal ini dengan menduga adanya “main mata” dalam pelaksanaan proyek tersebut yang tidak dilaksanakan dengan benar sehingga terjadi kecelakaan seperti sekarang.

Bambang mengatakan proyek ini harusnya mendapatkan pengawasan yang ketat dari pemilik proyek dan konsultannya sehingga bisa terlaksana secara baik dan bukan seperti sekarang belum lama berdiri bangunan tersebut sudah ada bagian yang roboh.

“Memang tidak bisa dipungkiri kerap kali dalam prosesi perencanaan sampai pada eksekusi proyek ada permainan hitam dan bisa saja proyek ini salah satunya, dengan tujuan  berbagi keuntungan itu menjadi lazim sehingga berimbas pengerjaannya tidak sesuai bestek dan hasil pengerjaan yang tak bermutu seperti yang kita saksikan saat ini”.

Selain itu, menurut Bambang, mekanisme pelepasan proyeknya juga harus diamati secara cermat sebab bisa saja ini sudah dikondisikan sejak awal untuk dimenangkan pihak tertentu dengan membuat kriteria yang mengarah ke perusahaan tertentu lewat mekanisme prakualifikasi saat melelang proyek tersebut.

“Harus ada penjelasan yang konfrehensif bagaimana proses prakualifikasi dalam menetapkan pemenang tender mega proyek tersebut, kemudian perusahaan mana saja yang memenuhi kualifikasi sebagai syarat untuk ikut menjadi peserta lelang juga pada penetapan pihak yang menang lelang yang selanjutnya melaksanakan pengerjaan proyek tersebut,” katanya.

Bambang Berharap dengan penjelasan tersebut dapat mematahkan dugaan yang beredar saat ini bahwa proyek tersebut sudah dikondisikan untuk dimenangkan oleh salah satu perusahaan dan apalagi ada rumor beredar bahwa ada pihak dalam yang bermain dan diuntungkan dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Semoga saja apa yang menjadi rumor saat ini dipublik itu tidak benar harus ada keberanian dan kesungguhan dari pelaksana dan pemilik proyek tersebut, untuk menjelaskan kondisi sebenarnya tentang robohnya plafond di ruang tunggu bandara tersebut”.

Selain itu dirinya juga berharap, agar pihak Angkasa Pura II tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan pelayanan publik ditempatnya mengingat dari kejadian tersebut sudah memakan korban, dan jangan sampai ada korban yang bertambah lagi, karena hal yang tidak perlu terjadi seperti kemarin.

“Utamakan keamanan dan kenyamanan calon penumpang dan pengunjung di kawasan bandara, jangan ada korban lagi, jangan biarkan karena hanya kepentingan atau keuntungan pihak tertentu masyarakat jadi korban apalagi kalau sampai korban jiwa”.

Bambang pun menambahkan, kejadian ini agar menjadi perhatian serius bagi semua pihak, dan tidak hanya selesai karena dianggap kecelakaan biasa. Menurutnya, masyarakat yang jadi korban dan robohnya bagian bangunan tersebut bisa menjadi pemicu yang kuat agar aparat hukum bisa menindaklanjuti hal ini, baik itu Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian, Kejaksaan, dan aparat lain yang terkait hal ini.

“Saya harap lembaga auditor negara dapat segera melakukan audit menyeluruh dari proses perencanaan sampai pada pengerjaan, juga Kepolisian bahkan KPK kalau perlu, juga harus melakukan investigasi secara mendalam hingga semuanya jelas dan terang benderang bagi publik, juga kepada PT Angkasa Pura harus koorperatif dalam menjelaskan kepada publik jangan ada yang disembunyikan atau dilindungi, agar kemudian kejadian seperti ini tak terjadi lagi,” pungkasnya.

(Tim Liputan)

TIDAK ADA KOMENTAR