Sebelum Gantung Diri, Lelaki ini Memakan Obat Anti Nyamuk Bakar sebanyak Satu...

Sebelum Gantung Diri, Lelaki ini Memakan Obat Anti Nyamuk Bakar sebanyak Satu Kotak

BERBAGI
Foto: Polisi memberikan garis police line di sekitar lokasi gantung diri / istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Seorang pria inisial YFD (21) warga jalan Nyi Ageng Serang Gg. Tengkawang II Kel. Tanjung Hulu Kecamatan Pontianak Timur ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali pada Rabu (29/3) sore.

Kapolsek Pontianak Timur, Komisaris Polisi (Kompol) Abdul Hafidz menjelaskan, korban tinggal di rumah tersebut bersama dua orang adiknya, sedangkan kedua orang tuanya tinggal di Kapuas Hulu.

“Sekitar pukul 10.00 WIB, adik kandungnya berangkat kerja di salon, kemudian sekitar pukul 12.40 WIB, adik sepupu korban berangkat untuk mengikuti kursus kecantikan,” jelas Kapolsek, Rabu (29/3).

Akhirnya, setelah sore sekitar pukul 16.30 WIB, adik kandung korban pulang, namun rumah dalam keadaan sepi dan terkunci dari dalam.

“Lalu adiknya mengetuk pintu dan memanggil nama Korban tetapi tidak ada sahutan, kemudahan sambil mengintip bagian dalam rumah tampak sepi tidak ada penghuni,” terangnya.

Kemudian, kata Abdul Hafidz, adik kandungnya tersebut membuka jendela yang tidak terkunci dan membuka pintu kunci pakai slot kayu.

“Setelah itu dia pun masuk rumah lalu di dapur mendapati korban sudah tergantung dengan seutas tali, lalu adiknya menjerit dan menangis karena melihat kejadian itu, selanjutnya memberitahukan kejadian itu kepada ketetangga sebelah rumahnya,” ujar dia.

Menurut keterangan kedua adiknya, Abdul Hafidz mengatakan korban sangat pendiam, dan tidak mempunyai masalah dan sewaktu kedua adiknya pergi ketempat kerja dan kursus, korban nampak seperti biasanya dan sedang membersihkan rumah.

“Korban sebelum bunuh diri dengan cara gantung diri meninggalkan pesan (curhat) di Laptop korban yang intinya korban sudah tidak kuat lagi menanggung beban tanggung jawab yang diberikan oleh orang tuanya, selanjutnya korban memakan obat nyamuk bakar merk Baygon 1 kotak, lalu baru gantung diri,” terangnya.

Akhirnya sekitar pukul 18.30 WIB, korban di turunkan dari tali gantungan dengan izin tim Identifikasi Polresta Pontianak, yang kemudian dibawa Dokkes dengan menggunakan ambulance untuk dimintakan V. E. R mayat dan pihak keluarga korban menolak untuk di autopsi, dan menganggap kejadian tersebut adalah musibah,” pungkas.

(Maulidi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR