Pertanyakan Langkah Pemda Sambas Paska Peresmian PLBN Aruk

Pertanyakan Langkah Pemda Sambas Paska Peresmian PLBN Aruk

BERBAGI
Foto: PLBN Aruk/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Ketua Karang Taruna kabupaten Sambas Jepriadi mengatakan, hampir satu bulan pasca diresmikannya Pos Lintas Batas Nasional (PLBN) Aruk Sambas, yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada 17 Maret 2017 yang lalu, belum terlihat langkah-langkah oleh pemerintah Daerah Kabupaten Sambas untuk menindak lanjuti pembangunan yang telah di lakukan, diwilayah perbatasan tersebut.

“Pemkab seharusnya memanfaatkan sarana dan prasarana, yang telah dibangun tersebut dengan sebaik-baiknya. Terutama untuk peningkatan perekonomian masyarakat Sambas,” katanya, Jumat (7/4).

Menurutnya, wewenang pengelolaan perbatasan masih di kendalikan oleh pemerintah pusat. Akan tetapi di daerah (Sambas), yang memang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia harus mempunyai grand desain untuk pengembangan wilayah perbatasan darat tersebut.

Dirinya sering mendengar bahwa masyarakat Indonesia jangan hanya jadi penonton. Harus dioptimalkan potensi-potensi yang ada di bumi serambi Mekah ini.

“Potensi yang terdapat di Sambas mulai dari potensi alam, wisata, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan sehingga dapat memberikan dampak, terutama terhadap devisa negara,” terangnya.

Hingga saat ini, katanta masyarakat masih menunggu langkah-langkah strategis dari pemerintah sebagai pengambil kebijakan, sehingga dapat menjadikan masyarakat berdaya, dengan dibukanya border tersebut.

Ditambahkan jika perencanaan pemberdayaan masyarakat perbatasan sendiri seperti di kecamatan Sajingan Besar, maka arus melibatkan masyarakat dan stakeholder yang ada.

“Hal ini agar kita siap dengan pesatnya kemajuan zaman, teknologi, dan persaingan internasional yang sudah jelas di depan mata kita,” tegas Jepriadi.

(Gindra/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR