Keterbukaan Informasi Belum Menjadi Kebiasaan dalam Pelaksanaan Birokrasi

Keterbukaan Informasi Belum Menjadi Kebiasaan dalam Pelaksanaan Birokrasi

BERBAGI
Foto : Suasana penyampaian materi oleh Komisioner Komisi Informasi Pusat/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Komisi Informasi Pusat bekerjasama dengan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kalbar serta dan Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat, mengadakan Sosialisasi dan Edukasi terkait dengan Undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, di salah satu Hotel di Pontianak, pada Kamis (13/4) pagi.

Acara ini dihadiri organisasi masyarakat sipil, akademisi, jurnalis dan tokoh masyarakat, dengan menghadirkan pemateri dua orang anggota Komisioner Komisi Informasi Pusat, Rumadi Ahmad dan Henny S Widyaningsih, serta Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalbar, Catharina Pancer Istiyani.

Anggota Komisi Informasi Pusat, Rumadi Ahmad, menyatakan, keterbukaan informasi saat ini masih belum menjadi habit atau kebiasaan dalam pelaksanaan birokrasi.

“Sampai sekarang Undang-undang keterbukaan informasi itu belum menjadi habit dalam pengelolaan pemerintahan,” ujarnya disela-sela acara sosialisasi.

Ia menambahkan, sulitnya hal ini menjadi habit karena kultur masyarakat yang dulu tertutup dipaksa terbuka dengan menggunakan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik tersebut. Namun, hal ini bisa dirubah seiring berjalannya waktu.

“Merubah habit itu membutuhkan waktu, baik habit pada level masyarakat maupun aparat negara,” katanya.

Lebih lanjut, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyatakan, melalui sosialisasi dan edukasi Undang-undang inilah nantinya akan merubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya keterbukaan informasi.

“Pertemuan-pertemuan seperti ini sebenarnya kita mendorong bagaimana habit itu bisa tumbuh. Sehingga kedepannya keterbukaan informasi itu jangan hanya dimaknai sebagai kewajiban Undang-undang, tetapi harus dilihat sebagai kebutuhan,” jelasnya.

(Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR