Komisi Informasi : Berita Hoax Sudah Menjadi Industri

Komisi Informasi : Berita Hoax Sudah Menjadi Industri

BERBAGI
Foto : Suasana penyampaian materi oleh anggota Komisi Informasi Pusat, Rumadi Ahmad/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Anggota Komisi Informasi Pusat, Rumadi Ahmad, menyampaikan, saat ini hoax atau berita palsu sudah menjadi industri di Indonesia.

“Hoax ini sudah menjadi industri di Indonesia,” katanya saat menyampaikan materi pada Sosialisasi dan Edukasi terkait dengan Undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, di salah satu Hotel di Pontianak, pada Kamis (13/4) pagi.

Ia menyatakan, jika hoax disebarkan dengan bebas dan disiarkan secara terus menerus, maka kebohongan itu lama-lama akan dianggap sebagai kebenaran dan dapat berakibat buruk pada masyarakat.

“Kalau itu kita biarkan, berita-berita hoax dan kebohongan dianggap sebagai kebenaran, itu sangat potensial menyulut konflik di masyarakat. Konflik apapun. Apakah itu konflik agama, konflik etnis, konflik sumber daya alam dan segala macam. Dan itu dapat diproduksi oleh siapa pun, mulai dari kelompok masyarakat hingga lembaga publik,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penyebaran hoax yang begitu banyak terjadi dikarenakan masyarakat belum terbiasa untuk mengkritisi berita yang mereka terima. Oleh karena itu, ia meminta lembaga publik agar selalu mengeluarkan informasi resmi untuk menangkal berita hoax yang beredar di masyarakat.

“Itu sangat penting, karena salah satu yang bisa menangkal hoax itu adalah informasi yang sudah diolah, diverifikasi, dan dikeluarkan secara resmi oleh lembaga publik. Misalnya, kemarin itu ada berita hoax mengenai tenaga kerja dari cina yang katanya berapa puluh juta masuk ke Indonesia. Tetapi ketika berita hoax itu dibantah dengan berita resmi dari Kementerian Tenaga Kerja dengan mengemukakan angka-angka yang detail, berita itu tidak ada lagi,” jelasnya.

Diakhir pembicaraannya, ia menegaskan, jika Undang-undang Keterbukaan Informasi perlu dikelola dan disikapi dengan baik agar tidak ada lagi silang pendapat dan ketidakpastian informasi di kalangan masyarakat.

(Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR