BKSDA Kalbar Selamatkan Orangutan Usia Empat Tahun

BKSDA Kalbar Selamatkan Orangutan Usia Empat Tahun

BERBAGI
Foto : Orangutan berjenis kelamin jantan, usia empat tahun, saat berada di BKSDA Kalbar/Agustiandi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat menyelamatkan orangutan berjenis kelamin jantan berusia empat tahun.

BKSDA Kalbar awalnya mendapatkan informasi keberadaan satwa dilindungi  Undang-undang ini dari media sosial, bahwa di Dusun Saboro, Desa Rabak, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak ada masyarakat yang memelihara orangutan.

Ketua Tim Gugus Tugas Penyelamatan Tumbuhan Satwa Liar BKSDA Kalbar, Taufikurrohman, mengatakan, sempat terjadi penolakan dari pemilik satwa ketika tim BKSDA Kalbar mencoba melakukan pendekatan untuk mengevakuasi satwa tersebut.

Beberapa langkah pendekatan dilakukan kepada pemilik hewan dilindungi itu. Tim juga menyampaikan bahwa memiliki satwa liar yang dilindungi adalah suatu perbuatan melanggar hukum serta akan ditindak tegas.

“Pemilik satwa memberikan syarat bahwa bersedia menyerahkan Orangutan tersebut asal ada bentuk tanda penghargaan dari Balai KSDA Kalimantan Barat, berupa Sertifikat atau Piagam Penghargaan,” ujarnya,  Jumat (14/4) siang.

Setelah dilakukan langkah persuasif, pemilik satwa yang diketahui bernama L Baco bersedia menyerahkan orangutan tersebut. Orangutan ini sudah dipeliharanya selama tiga tahun.

“Tim memberikan piagam penghargaan karena telah bersedia menyerahkan Satwa Orangutan tersebut dan Pak L Baco juga telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut,” tambahnya.

Taufikurrohman mengatakan, hari ini (Jumat sore) pihaknya akan mengevakuasi satwa tersebut untuk direhabilitasi ke lembaga konservasi Internasional Animal Rescue (IAR) Indonesia di Ketapang. Setelah timbul sifat-sifat alaminya, orangutan tersebut akan dilepasliarkan ke habitat aslinya.

Selain orangutan, hari ini BKSDA Kalbar juga akan mengevakuasi dan merehabilitasi sembilan ekor kukang ke IAR Indonesia di Ketapang.

“Tujuh ekor kukang dari Sambas, satu dari Pontianak, dan satu ekor dari Kubu Raya,” pungkasnya.

(Agustiandi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR