Penemuan Mayat di GOR Patih Gumantar Ngabang Diduga Ya’ Giman

Penemuan Mayat di GOR Patih Gumantar Ngabang Diduga Ya’ Giman

BERBAGI
Foto : Mayat yang diduga bernama Ya' Giman ketika dibawa ke ruang mayat RSUD Landak untuk dilakukan visum/NY

Landak, thetanjungpuratimes.com – Polres Landak terus berupaya untuk mengungkap identitas dari mayat yang ditemukan di aliran parit sekitar arah utara Gedung Olah Raga (GOR) Patih Gumantar Ngabang Kabupaten Landak, Minggu sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelumnya, mayat tersebut ditemukan oleh Hasan Paku yang merupakan kontingen Naik Dango Kecamatan Toho, Kabupatan Mempawah, yang hendak mencari kayu di sekitar lokasi penemuan mayat.

Kebetulan di sekitar GOR Patih Gumantar Ngabang itu akan berlangsung kegiatan upacara adat Naik Dango.  Saat Hasan Paku menemukan mayat tersebut, ia pun langsung melaporkan penemuan mayat itu kepada Security.

Menurut Kapolres Landak, AKBP Wawan Kristyanto melalui Kasatreskrim, saat ditemukan, mayat yang sudah membusuk itu mengenakan celana panjang dengan kancing depan diikat tali rapia. Sedangkan baju yang dikenakan yakni kaos lengan panjang berkerah.

“Diduga mayat tersebut sudah meninggal sekitar tujuh hari lalu. Saat ditemukan posisi mayat tersebut tertelungkup di dalam aliran parit,” ujar Sutrisno, Senin (24/4).

Mayat itu pun langsung dibawa ke RSUD Landak untuk dilakukan visum. Dari hasil visum tersebut, mayat itu berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan kurang lebih 148 cm, gigi atas dan bawah ompong. Sedangkan kondisi mayat pada bagian atas mulai dari perut sampai kepala rusak,” jelasnya.

Diakui Sutrisno, Minggu (23/4) pukul 16.10 WIB  telah datang Ya’ Murfiandi ke ruang jenazah RSUD Landak. Ia mengaku telah kehilangan ayahnya yang bernama Ya’ Giman (45 tahun) warga Dusun Sungai Raya, Desa Jelimpo, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak.

“Yang bersangkutan pun melakukan pengecekan mayat tersebut. Ia mengakui ciri-ciri yang ada di jasad mayat itu mirip dengan ayahnya. Ini terlihat pada bagian telapak kaki kanan terdapat lobang bekas luka tertusuk kayu belian. Ciri-ciri lain yakni, gigi atas dan bawah ompong,” jelasnya.

Pada saat itu, Ya’ Murfiandi mengaku jika ayahnya meninggalkan rumah pada Selasa (11/4) lalu sekitar pukul 18.30 WIB dengan tujuan pergi ke GOR Patih Gumantar Ngabang.

“Dari hasil visum belum diketahui penyebab kematian. Meskipun demikian, secara otentik identitas mayat tersebut belum diketahui. Kita masih memerlukan tes DNA. Kita juga belum mengetahui apa penyebab kematian korban,” ujar Sutrisno.

Hingga sore ini mayat tersebut masih berada di RSUD Landak.

(NY/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR