Kejati Kalbar: Tidak ada yang Ditutup-Tutupi terkait Kasus Korupsi Bansos Kalbar

Kejati Kalbar: Tidak ada yang Ditutup-Tutupi terkait Kasus Korupsi Bansos Kalbar

BERBAGI
Foto: Koordinator Intelijen Kejati Kalbar, Agus Suroto/Agustiandi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Koordinator Intelijen Kejati Kalbar, Agus Suroto mengatakan proses hukum terpidana Kasus Bansos Koni Kalbar Zulfadhli sudah berjalan sebagaimana mestinya.

“Tentunya di dalam proses persidangan ada hal-hal yang sifatnya meringankan dan ada hal-hal yang juga dapat memberatkan,” katanya, Selasa (25/4).

Terkait tudingan mahasiswa bahwa Kejati terkesan menutup-nutupi kasus tersebut, ia menjelaskan pihaknya tidak malakukan hal demikian. Setiap berjalannya sidang tidak bersifat tertutup,  melainkan terbuka untuk umum.

“Disidangkan terbuka untuk umum, tidak ditutup-tutupi, mengenai berat ringannya putusan, itu tadi, ada hal-hal yang dipertimbangkan oleh jaksa dalam menuntut, dan itu merupakan hak jaksa yang bersangkutan, karena jaksa lah yang tahu, baik kasus, maupun kronologisnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, dalam kasus tersebut jaksa menyatakan banding, karena didalam tuntutannya ada uang pengganti Rp800 juta.

“Didalam tuntutan tidak sesuai dengan putusan dengan apa yang dituntut oleh jaksa,” tambahnya.

Terkait tidak ditahannya Zulfadhli, Ia mengatakan hal tersebut juga sudah diatur dalam Undang-Undang.

“Jadi alasan-alasan kenapa ditahan yang pertama melarikan diri, yang kedua menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya, sementara jaksa mempunyai penilaian, terdakwa terbukti tidak melarikan diri, dan mengikuti proses hukum sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Ia menambahkannya pengajuan banding sudah dilakukan kepada pengadilan tinggi melalui pengadilan negeri.

“Tinggal kita tunggu bagaimana proses selanjutnya,” pungkasnya.

(Agustiandi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR