Buruh Lepas Tewas Gantung Diri

Buruh Lepas Tewas Gantung Diri

224
BERBAGI
Foto : Jasad korban tewas gantung diri ketika dievakuasi ke RSUD Landak untuk menjalani visum/NY

Landak, thetanjungpuratimes.com РHendro alias Gendo (20 tahun) nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri, Kamis (27/4) sekitar pukul 13.00 WIB disebuah rumah di Dusun Tungkul RT 05/RW 16 gang. Raya 1 No. 46 Desa  Hilir Kantor Kecamatan Ngabang. Jasad karyawan buruh lepas di Sampoerna grup itu pertama kalinya ditemui oleh kakak dan adiknya yakni, Wima dan Marsya.

Informasi yang berhasil dihimpun dari Kapolres Landak AKBP Wawan Kristyanto menceritakan kronologis kejadian tersebut. “Sekitar pukul 13.00 WIB kakak dan adik korban datang ke rumahnya setelah kembali menonton perhelatan Naik Dango di GOR Patih Gumantar Ngabang. Namun, ketika mereka hendak masuk rumah, pintunya terkunci dari dalam,” ujar Kapolres, Jumat (28/4).

Melihat pintu rumah terkunci, Wima dan Marsya meminta bantuan kepada Emelius yang merupakan tetangganya. Emelius diminta untuk membuka pintu rumah yang terkunci dari dalam itu.

“Setelah pintu rumah dibuka, mereka menemukan korban sudah tergantung di ruang tamu dengan kondisi sudah meninggal dunia,” katanya.

Melihat abangnya tewas gantung diri, Wima dan Marsya langsung menurunkan jasad Hendro dengan memotong tali di leher korban menggunakan pisau dapur.

“Merekapun lantas membaringkan jasad korban di ruang tamu dekat sepeda motor yang diduga korban menggunakan sepeda motor itu untuk naik pada saat hendak gantung diri,” ucap Wawan.

Ditambahkan Wawan, korban memang dikenal tertutup dengan masalah yang dihadapinya.

“Mendapat laporan tersebut, anggota kita langsung mendatangi TKP dan melakukan olah TKP. Korban lantas kita bawa ke RSUD Landak untuk dilakukan visum. Dari hasil visum, tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Kita menyimpulkan, korban murni bunuh diri,” tutupnya.

(NY/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR