Sutarmidji : Hotel Neo Tidak Boleh Gunakan Lahan Parkir Ketika Sudah Beroperasi

Sutarmidji : Hotel Neo Tidak Boleh Gunakan Lahan Parkir Ketika Sudah Beroperasi

BERBAGI
Foto : Beberapa Perwakilan PMII saat menyampaikan aspirasi ke Wali Kota Pontianak, Sutarmidji/Maulidi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Setelah menyampaikan tuntutannya ke DPRD Kota Pontianak, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) langsung menuju ke Kantor Wali Kota Pontianak untuk menyampaikan aspirasi.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menerima langsung beberapa orang perwakilan dari mahasiswa tersebut.

“Ini hanya sosialisasi saja, saya minta Hotel Neo tidak menggunakan lahan tersebut untuk lahan parkir ketika sudah beroperasi, kalau perjanjian kemarin akan saya tinjau,” kata Midji, Jumat (5/5).

Lebih lanjut, Midji mengatakan, pembangunan gedung parkir merupakan bagian dari konsep pembangunan kota baru yang harus dipikirkan kembali secara bersama.

“Kita sudah buat MoU, jika itu dibatalkan berarti konsekuensinya semua akan batal dan bubar, itu sepaket, perjanjian sudah saya tanda tangan tetapi pusat belum, kalau sudah ada, liat lah perjanjian itu, benar tidak adanya gedung parkir di situ, kalau tidak ada berarti saya bohong,” papar Wali Kota dua periode tersebut.

Dia menjelaskan, inti dari permasalahan penggusuran sekolah tersebut adalah murid-muridnya, namun Midji akan menjamin psikologis dari anak-anak tersebut.

“Saya akan jamin tidak ada beban psikologis dari mereka, ketika tamat sekolah, nantinya mereka akan bisa masuk ke sekolah negeri yang mereka pilih,” pungkasnya.

(Maulidi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR