Penyidik Terus Dalami Sindikat Penjualan Satwa Langka Online

Penyidik Terus Dalami Sindikat Penjualan Satwa Langka Online

BERBAGI
Foto: Elang Jawa yang merupakan spesies elang yang endemik di Pulau Jawa saat diamankan di Markas SPORC / Maulidi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kasi Wilayah lll Balai Gakkum Kalimantan, David Muhammad menegaskan akan terus melakukan pendalaman sindikat penjualan satwa langka online.

“Hal itu kita lakukan untuk mengungkap keterlibatan pihak lainnya yang merupakan jaringan sindikat penjualan satwa langka online di Kalimantan Barat,” ucapnya, Kamis (11/5).

Berdasarkan pengakuan tersangka yang saat ini masih simpang siur, kata David satu satwa Elang tersebut dibeli seharga kurang lebih Rp1 juta, dan dijual sekitar Rp3 juta.

“Elang dibeli dari Singkawang dan masih simpang siur, maka akan kita lakukan pendalaman,” ujarnya.

Dia menjelaskan berdasarkan hasil identifikasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, salah satu dari satwa langka yang disita adalah Elang Jawa yang merupakan spesies elang yang endemik di Pulau Jawa.

“Satwa ini sejak 1992 ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. Elang Jawa masuk dalam kategori terancam punah dengan status Genting (Endangered), berdasarkan data Birdlife International saat ini populasi Elang Jawa di alam diperkirakan hanya sekitar 300-500 individu dewasa,” jelasnya.

Lebih lanjut terhadap semua satwa langka yang disita tersebut nantinya akan diidentifikasi, dan dititipkan ke Balai KSDA Kalbar.

“Sedangkan untuk merehabilitasi satwa langka dilakukan oleh International Animal Rescue (IAR) selama proses penanganan perkara ini,” pungkas dia.

(Maulidi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR