Jelang Ramadhan dan Lebaran, TPID Pontianak Sidak Gudang Sembako

Jelang Ramadhan dan Lebaran, TPID Pontianak Sidak Gudang Sembako

BERBAGI
Foto: TPID saat melakukan survei di salah satu gudang yang berada di jalan Kom Yos Sudarso/Maulidi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota (TPID) Kota Pontianak melakukan sidak untuk melihat pasokan sembako apakah sudah mencukupi menjelang bulan ramadhan dan Idul Fitri sampai Idul Adha dibeberapa pergudangan dan pedagang besar yang ada di Kota Pontianak, Kamis (18/5).

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Arwani mengungkapkan selain melihat pasokan, pihaknya juga melakukan pemantauan harga.

“Kalau naik dalam keadaan wajar tidak apa-apa tapi kalau naik sampai meresahkan warga maka ini tidak bisa dibiarkan, terlebih jika ada pelaku usaha yang melakukan penimbunan jelasnya,” ketika melakukan survey disebuah gudang yang berada di jalan Kom Yos Sudarso, Kamis (18/5).

Pada saat dilakukan survey dibeberapa tempat, menurut dia pihaknya belum ada menemukan agen yang sengaja menumpuk barang, karena komoditi tersebut juga tidak bisa disimpan terlalu lama.

“Jadi seharusnya didistribusi kan saja dan dijaga juga harga, jadi kalau sampai meresahkan masyarakat, kita tidak menginginkan itu, tujuan kami untik memantau dan membina juga,” ujarnya.

Walaupun tidak adanya temuan, tetapi pihaknya menemukan adanya kekosongan stok bawang putih di salah satu gudang yang berada di jalan Purnama, namun dari keterangan pemiliknya jika bawa putih masih dalam pengiriman dan diperkirakan tiba pada minggu depan.

Kemudian ia menuturkan, ada beberapa barang yang paling rentan mengalami kenaikan harga menjelang hari raya yaitu telur, daging, mentega karena dengan alasan permintaan banyak jadi harga pun naik.

“Kita selalu ingatkan kalau naik boleh tapi dengan sewajarnya,” tegasnya.

Sampai ini setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait dan para agen, stok barang masih aman sepanjang tidak ada hal-hal terjadi dalam rangka pengirimannnya, bahkan dari penuturan para pedagang diperkirakan bisa aman sampai empat bulan kedepan.

(Maulidi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR