IMS Harapakan Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Sara

IMS Harapakan Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Sara

274
BERBAGI
Foto : Habib Fuadzil K, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat IMS/Ist

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Ketua Bidang Hubungan masyarakat Ikatan Mahasiswa Seponti (IMS), Habib Fuadzil Khulum, mengharapkan masyarakat Kayong Utara tidak ikut Terprovokasi isu yang dapat merugikan seluruh lapisan dan organ sosial kemasyarakatan, menyikapi aksi damai yang akan di laksanakan pada Sabtu (20/5) besok di Pontianak.

Menurut pria yang akrab di sapa Habib tersebut, semua itu tidak terlepas dari panasnya suhu politik sebelum dan pasca Pilkada DKI Jakarta yang  menimbulkan efek negatif di hampir seluruh daerah di Indonesia.

“Bisa dikatakan hampir setiap hari terjadi aksi demonstrasi menuntut dihukumnya Basuki Tjahya Purnama atau biasa di kenal dengan nama ” Ahok”, Ahok effect sangat dirasakan oleh semua kalangan tidak mengenal latar belakangnya,” ujar dia.

Hal tersebut menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat karena isu tersebut sangat sensitif bila kita menelisik beberapa dekade lalu dimana pernah terjadi konflik sosial yang mengerikan di Tanah Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat.

“Saat ini yang kita butuhkan ialah merajut kembali serta merekonsiliasi sekat-sekat perbedaan tersebut, dengan menumbuhkan lagi budaya toleransi kepada sesama tidak memandang, suku, agama dan warna kulitnya. Sehingga kehidupan harmonis kembali dapat dirasakan di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Terkhusus di Kabupaten Kayong Utara yang memang masyarakatnya ramah dan toleran terhadap perbedaan khas masyarakat Bahari, dan hal tersebut pun terbuktikan dengan stabilitas keamanan dan ketertiban yang memang terjaga sampai sekarang.

Kedepan Kalimantan Barat akan melaksanakan gawai besar yaitu pemilu, baik di tingkat kabupaten maupun Provinsi yang akan dilaksanakan secara serentak dan ia berharap nantinya penyelenggara tersebut tidak lagi mengandalkan isu SARA sebagai modal mengambil hati para pemilih tetapi Visi dan Misi serta komitmen untuk memajukan daerah.

“Karena berkaca pada Pilkada DKI Jakarta tidak menutup kemungkinan isu sensitif tersebut kembali digaungkan tentunya berdampak negatif. Saya berharap stake holder terkait untuk ikut menenangkan bukan memperkeruh suasana,” pungkasnya.

(Maulidi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR