Studi : Medsos, Terutama Instagram, Rusak Kejiwaan Remaja

Studi : Medsos, Terutama Instagram, Rusak Kejiwaan Remaja

BERBAGI
Foto : Aplikasi-aplikasi media sosial pada layar ponsel/shutterstock

Thetanjungpuratimes.com – Empat dari lima media sosial paling populer di dunia ternyata bisa merusak kejiwaan remaja, demikian hasil penelitian dua organisasi kesehatan di Inggris seperti dilansir The Guardian, Jumat (19/5/2017).

Dalam studi yang melibatkan hampir 1.500 responden berusia 14-24 tahun itu ditemukan bahwa Instagram merupakan media yang paling merusak, diikuti oleh Snapchat, Facebook, dan Twitter. Hanya YouTube yang punya efek positif terhadap kaum muda.

Empat media sosial itu punya efek negatif karena bisa membuat para remaja semakin tidak percaya diri, mendorong aksi risak atau bully, memicu kecemasan, depresi, kesepian, dan bahkan bisa menyebabkan susah tidur.

“Sangat menarik jika melihat bahwa Instagram dan Snapchat adalah media sosial yang paling merusak mental orang-orang muda. Kedua media itu memang lebih fokus pada gambar dan tampaknya kedua media itu memicu perasaan tidak nyaman pada orang muda,” kata Shirley Cramer, direktur eksekutif Royal Society for Public Health, lembaga yang menggelar riset itu.

Dalam survei itu, para responden diminta untuk menjelaskan dampak dari lima media sosial itu terhadap kehidupan mereka, yang dijabarkan dalam 14 kriteria seperti tingkat depresi, kecemasan, rasa percaya diri, rasa kesepian, identitas diri, dll.

Dari hasil survei itu, Instagram keluar sebagai media sosial yang paling buruk efeknya bagi remaja. Menurut para responden, Instagram membuat mereka susah tidur, tidak percaya diri, tidak merasa cukup menarik, dan merasa kesepian.

Secara umum, Instagram mendapat nilai negatif dalam tujuh dari 14 kriteria.

Sementara YouTube dinilai membuat para remaja susah tidur, tetapi justru positif dalam membuat para remaja bisa mengekspresikan diri, membuat mereka tak kesepian, mengurangi depresi, dan memberikan dukungan emosi.

(The Guardian/suara.com/muh)

TIDAK ADA KOMENTAR