Warga Desa Hilir Tengah Tak Terpancing Isu SARA

Warga Desa Hilir Tengah Tak Terpancing Isu SARA

BERBAGI
Foto : Noliadi, Kades Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang/NY

Landak, thetanjungpuratimes.com – Kades Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Noliadi, mengaku, hingga saat ini warganya tidak terpengaruh terkait issu SARA yang saat ini terjadi di Pontianak. Padahal warga di desa yang ia pimpin itu terdiri dari beberapa suku dan agama.

Menurut Noliadi, pihaknya bersama aparat kepolisian terus berusaha meredam isu SARA yang akhir-akhir ini terjadi di Kalbar.

“Hal ini bertujuan supaya isu SARA itu tidak masuk ke Landak umumnya dan Desa Hilir Tengah khususnya,” ujar Noliadi, Senin (22/5).

Dikatakannya, semua pihak mempunyai peran untuk meredam isu SARA itu.

“Kalau di desa kami, himbauan yang kita sampaikan ini pun sampai ke tingkat RT.

Untuk meredam adanya isu SARA yang terjadi, kita sudah berkoordinasi dengan Polsek Ngabang,” katanya.

Ia berharap, jika ada warga masyarakat mendengar adanya isu-isu SARA yang masuk di lingkungan tempat tinggalnya, supaya secepatnya dikoordinasikan dengan aparatur desa setempat dan aparat kepolisian.

“Saya juga minta kepada masyarakat Desa Hilir Tengah supaya tidak terprovokasi dengan postingan-postingan berbau SARA di media sosial. Masyarakat jangan mudah terpancing dengan postingan yang ada di media sosial itu,” imbaunya.

Diakuinya, hingga saat ini ikatan persaudaraan antara umat beragama dan suku di Desa Hilir Tengah masih kuat dan terjaga dengan baik meskipun adanya kejadian yang menjurus ke SARA di Pontianak.

“Alhamdulillah, hingga saat ini kami tetap hidup rukun. Disamping itu, kita juga memberlakukan sistim wajib lapor kepada warga luar yang masuk ke desa kami. Ini mengingat di Desa Hilir Tengah terdapat banyak rumah kost dan rumah sewa,” kata Noliadi.

(NY/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR