Pancasila dan Persatuan Bangsa Kian Terkoyak Akibat Politik Kekuasaan

Pancasila dan Persatuan Bangsa Kian Terkoyak Akibat Politik Kekuasaan

91
BERBAGI
Foto: Syahrul Kirom, M.Phil/Istimewa

Yogyakarta, thetanjungpuratimes.com – Identitas bangsa Indonesia yang berakar dari nilai-nilai Pancasila semakin terkoyak seiring dengan merebaknya praktik politik adu domba yang tidak bertanggung jawab dikarenakan faktor politik kekuasaan sehingga akan berdampak pada perpecahan dan disintegrasi bangsa Indonesia saat ini. Situasi politik harus ditahan dan agar tidak memanas.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak semua pihak bisa saling menahan ucapan sehingga tidak menimbukan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat. Kemudian saling mengucap, saling salah pengertian yang menjalan ke mana-mana. Kemari, sekelompok warga kembali berunjuk rasa mendesak pembubaran FPI dan menyerukan NKRI Harga Mati.

Karena itu, perlu ada upaya membangun kesadaran Identitas nasional  bangsa Indonesia yang harus dilakukan seluruh elemen masyarakat Indonesia dengan cara memperkuat kesadaran kultur yang digali dari nilai-nilai Pancasila demi memperkokoh rasa nasionalisme dan identitas bangsa Indonesia, dengan tujuan untuk menghadang budaya konflik antar ormas dan antar partai politik yang dapat meruntuhkan sistem demokrasi dan pilar kebangsaan. Pemupukan nilai-nilai Pancasila tidak dapat dijalankan tanpa menghidupkan kesadaran kultural bangsa Indonesia yang terkenal dengan nilai-nilai luhurnya saling hormat menghormati, saling tengang rasa, saling menghargai perbedaan pendapat.

Karena itu, untuk merajut keharmonisan berbangsa dalam mengurangi perpecahan di Indonesia. Rasa kebhinekaan dan rasa kebangsaan  harus dijiwai semangat nilai-nilai pancasila.  Negara harus dapat mengatasi segala persoalan kebangsaan mulai dari politik dan hukum. Mengatasi dalam arti memberikan wahana tercapainya harkat dan martabat seluruh warganya demi menjaga stabilitas politik kebangsaan. Negara memberikan kebebasan dan invidividu, golongan, suku, ras maupun golongan agamanya dalam merealisasikan seluruh potensinya dalam kehidupan bersama bersifat integral sehingga dapat menciptakan rasa toleransi dan keharmonisan berbangsa.

Pancasila juga memberikan petunjuk pada bangsa Indoesia untuk selalu mengedepankan sikap damai, tanpa terpicu isu hoax di media sosial. Sikap arif dan bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan kebangsaan  itu  harus selalu mengedepankan dengan nilai-nilai Pancasila. Prinsip keharmonisan berbangsa merupakan cerminan dan kultur bangsa Indonesia yang semakin menegaskan pada kita pada makna Bhineka Tunggal Ika, berbeda beda, tetap satu juga, maksudnya berbeda beda dalam pandangan politik, namun tetap satu juga untuk kepentingan negara Indonesia, Bahwa bangsa Indonesia adalah masyarakat yang beretika dan mengedepankan nilai-nilai moral dan nilai nilai penegakan hukum yang benar. Masyarakat Indonesia diajak untuk menggunakan rasional dan logika, yang memiliki kehalusan dan hati nurani yang baik dalam menjalin hubungan terhadap umat manusia, yang berdasarkan pada nilai-nilai pancasila.

Pancasila bagi bangsa Indonesia memiliki arti makna yang berarti (meaningfull) terhadap warga negara Indonesia. Pancasila juga merupakan petunjuk dalam berperilaku bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah kepribadian suatu bangsa Indonesia. Agar Pancasila mampu meresapi kehidupan masing-masing anggota  masyarakat Indonesia, mendasari komunikasi antar sesama warga negara Indonesia, dan menjadi pedoman hubungan antar multikur yang ada di Indonesia sehingga tidak melahirkan disintegrasi bangsa.

Prinsip keharmonisan berbangsa ini mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam  budaya di Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan upaya preventif dari adanya praktik adu domba dan bahkan pertentangan antar ormas Islam. Dengan begitu, kedamaiaan dan keharmonisan akan selalu terjaga di dalam bangsa Indonesia.

Prinsip inilah yang seharusnya kita wujudkan secara bersama untuk memperkuat Identitas bangsa Indonesia dengan pancasila dan menjaga persatuan bangsa Indonesia. Bangsa  Indonesia sesungguhnya memiliki ajaran-ajaran moral dan etika yang baik bersumber pada Nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Nilai-nilai etika filosofis nampaknya melekat pada empat pilar  bangsa Indonesia yang selalu menjunjung tinggi keselarasan dan keharmonisan berbangsa.

Karena itu, Keberadaan Pancasila sudah seharusnya mampu kita refleksikan secara kritis akan arti penting Pancasila sebagai pedoman hidup dan falsafah kehidupan bangsa Indonesia dalam upaya proses merajut kerukunan berbangsa. Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kata lain, Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan dan aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang, politik, pendidikan, agama, budaya, sosial dan ekonomi. Ini berarti semua tingkah laku dan tindak tanduk perbuatan manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari Pancasila.

Dengan demikian, eksistensi manusia harus berdialog dalam hidup bersama melalui nilai-nilai pancasila yang pada nantinya akan membawa kedamaiaan, ketenteraman, dan penuh kasih sayang antar sesama manusia, dengan tujuan agar Tuhan pun mencintai manusia. Kita berharap persoalan kebangsaan dan konflik politik hukum yang diakibatkan oleh nafsu kepentingan kekuasaan dapat diselesaikan melalui cara dialogis yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dengan tujuan untuk memperkokoh identitas bangsa Indonesia dan menjaga stabilitas politik kebangsaan. Semoga.

Oleh: Syahrul Kirom, M.Phil
Penulis: Lulusan Pascasarjana Ilmu Filsafat UGM

(R/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR