Aliran PDAM Mati Saat Kebakaran di Tanjung Harapan

Aliran PDAM Mati Saat Kebakaran di Tanjung Harapan

BERBAGI
Foto : Pemadam kebakaran berhasil menjinakan api/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kebakaran di Tanjung Harapan pada Rabu (24/5) sore mengenai dua rumah milik Ibrahim dan anaknya, Rahman, yang berdekatan.

Berdasarkan keterangan korban, Rahman, api berasal dari kamar di lantai atas. Saat itu kondisi rumah dalam keadaan sepi, ibu korban yang mendengar suara letupan segera melihat ke lantai atas, api sudah memenuhi setengah ruangan.

Upaya memadamkan api pun terkendala karena aliran air dari PDAM mati. Hal itu dibenarkan oleh Rahman.

“Terus terang saya sangat menyesalkan kenapa aliran PDAM ini mati. Padahal itu memang sudah saya setting dikran Hydrant untuk mengantisipasi kejadian seperti ini. Dan itu juga dibenarkan sama pemadam kebakaran yang pakai baju kuning tadi saya kurang tahu darimana. Untung air sedang pasang,” ujar Rahman sambil menunjuk parit yang ada di seberang rumahnya.

Beruntung api tak menghanguskan rumah sampai habis sehingga Rahman dan keluarganya masih bisa tinggal di bagian yang luput dari kobaran api untuk sementara waktu sambil membersihkan sisa kebakaran. Sementara sisa anggota keluarganya yang lain mungkin akan mengungsi ke rumah tetangga.

Rahman mengatakan, total ada sekitar 15 orang yang tinggal di rumah orang tua dan dirinya. Ia bersyukur masih dapat menyelamatkan surat dan berkas-berkas penting.

Setelah api berhasil dipadamkan, pemadam kebakaran satu persatu mulai meninggalkan lokasi kebakaran.

Dugaan sementara penyebab kebakaran dikarenakan korsleting listrik. Rahman juga berharap adanya perhatian dari pemerintah dan warga setempat berupa bantuan bagi mereka yang baru saja tertimpa musibah.

(Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR