Bupati Sintang Kunjungi Wilayah Terluar, Tertinggal dan Terdepan

Bupati Sintang Kunjungi Wilayah Terluar, Tertinggal dan Terdepan

102
BERBAGI
Foto: Bupati Sintang dr. Jarot Winarno/Agustiandi

Sintang, thetanjungpuratimes.com – Dalam rangka untuk mensosilaisasikan Program Pemerintah Pusat, Bupati Sintang, Jarot Winarno melakukan kunjungan ke wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan di desa Nanga Bayan, kecamatan Ketungau, Senin (29/5).

Kedatangan orang nomor satu di kabupaten Sintang ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia dengan tujuh titik wilayah terluar, tertinggal dan terdepan di sepanjang perbatasan tersebut disambut hangat oleh warga.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang merupakan beranda terdepan untuk menjadi etalase negara yang berbatasan dengan negara tetangga seperti malaysia, yang selama ini menjadi potret kehidupan di wilayah perbatasan.

“Tentunya kita sebagai masyarakat yang ada di Kecamatan Ketungau Hulu, terutama di Desa Nanga Bayan ini harus bisa menjadi masyarakat yang saling bersatu, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, jangan sampai ada perpecahan di antara masyarakat di Ketungau Hulu ini, dan tetap NKRI harga mati, sampai saat ini tunjukan bahwa Indonesia di mata Malaysia kita bersatu padu tidak ada perpecahan,“ ungkap Jarot.

Ia menuturkan, kedatangan dirinya ke Daerah perbatasan khusus wilayah terluar, tertinggal dan terdepan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah juga hadir dalam penyelenggaraan pembangunan wilayah perbatasan.

“Kami hadir dari baik itu dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, yang ditopang dengan aparat keamanan yang ada dilingkungan Ketungau Hulu ini untuk memberikan rasa aman, dan nyaman untuk pembangunan di wilayah perbatasan, dan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah masyarakat, sehingga pemerintah tidak tutup mata untuk persoalan pembangunan di wilayah perbatasan,” jelasnya.

Ia juga membeberkan nawacita dari Presiden Republik Indonesia yakni membangun wilayah dari pinggiran, khususnya untuk wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan, sehingga desa-desa yang terdekat dengan wilayah perbatasan ini menjadi prioritas utama pembangunan.

“Dalam Nawacita Presiden, untuk wilayah perbatasan akan menjadi prioritras pembangunan infrastruktur dasar, dan tentunya tidak henti-hentinya Pemerintah Pusat mengucurkan dana anggaran untuk pembangunan-pembangunan yang ada di desa kita ini,” sebutnya.

Sementara, Kepala Desa Nanga Bayan, Runa mengatakan masyarakat sangat antusias dengan kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Sintang tersebut.

“Kehadiran kebilau ke desa kami ini merupakan sebuah kebahagiaan bagi masyarakat disini, karena kami disini sangat membutuhkan bantuan untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat kepada Bupati,” ujarnya.

Dirinya berharap dengan datangnya Bupati Sintang bersama rombongan dapat memperjuangkan pembangunan jalan, jembatan, dan kalau bisa jembatan-jembatan yang ada jangan menggunakan kayu, sebab kalau aliran air deras bisa menghancurkan jembatan yang terbuat dari kayu.

Sementara untuk kebutuhan air bersih di desa Nanga Bayan juga masih mengalami kendala, harapan kedepannya semoga Bupati Sintang bisa memberikan solusi terhadap kebutuhan utama masyarakat yang ada diwilayah perbatasan ini.

(Lingga/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR