Jadikan Pancasila sebagai Karakter Bangsa

Jadikan Pancasila sebagai Karakter Bangsa

155
BERBAGI
Foto: Zainudin Kismit Chairman of the Youth Movement of the Archipelago Sekadau/Istimewa

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Pancasila merupakan satu bagian penting dari pilar kebangsaan, Pancasila sebagai ideologi negara harusnya bukan sekedar seremoni sampai saat ini, tetapi sudah pada tataran penanaman nilai-nilai untuk setiap generasi, penanaman tersebut dimulai sejak dini dimana Pancasila bukan untuk sekedar dihafal, akan tetapi lebih ke arah bagaimana Pancasila menjadi karakter bangsa itu ditunjukan melalui nilai-nilai dari setiap sila itu.

Sederhananya adalah di pendidikan kita Pancasila jangan sekedar di bacakan saat upacara, tetapi bagaimana generasi didik mampu memanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari, misalkan jika berbuat salah maka yang diajarkan bukan bentuk pembelaan tetapi pengakuan kalau memang salah, budaya gotong royong melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, sehingga nilai pancasila itu lebih ke arah pemahaman kesadaran berbuat untuk baik, sehingga orang tidak perlu lagi menanyakan kita dari negara mana, akan tetapi ketika karakter bangsa itu muncul dalam diri kita, maka orang akan tahu bahwa kita indonesia dengan melihat tata krama, sopan santun, spirit gotong royong, spiritualitas, semangat tolong-menolong, mengedepankan musyawarah, bertanggung jawab, transparansi, jujur dan adil.

Itu semua terkandung dalam pancasila sebagai ideologi dan sumber nilai berbangsa dan bernegara sehingga optimisme dalam memberantas korupsi, kriminalitas, narkoba, dan penyelesaian konflik-konflik horizontal akan terminimalisir.

Permasalahan kita saat ini akibat dari Pancasila tidak pernah menjadi gaya dan cerminan kehidupan berbangsa dan bernegara secara utuh sehingga telah 72 tahun merdeka kita bukan sibuk membesarkan negara dan daerah tetapi sibuk pada konflik-konflik internal dalam ruang pembahasan ideologi.

Untuk itu mari dengan peringatan pancasila kita bukan sekedar mengingat akan tetapi lebih ke arah utk memanifestasikan pancasila menjadi budaya dan karakter bangsa sehingga kita tuntas dalam berpancasila dan tidak sekedar ingat mengingat karna kita sudah harus masuk pada masa implementasi pancasila bukan pada simbolisasi lagi.

Penulis:
Zainudin Kismit, Chairman of the Youth Movement of the Archipelago Sekadau

(R/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR