Pancasila Sebagai Fundamental Keutuhan Bangsa Indonesia

Pancasila Sebagai Fundamental Keutuhan Bangsa Indonesia

BERBAGI
Foto : Muhammad Fajri, Ketua Umum HMI Komisariat MIPA Untan/R

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 24 tahun 2016 tentang hari lahir Pancasila. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (MENSESNEG) Pratikno seperti dilansir laman www.setneg.go.id, Kamis (25/5).

“Pemerintah bersama-sama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati hari lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni,” ujarnya.

Pada tahun ini pertama kalinya bangsa Indonesia memperingati hari lahirnya Pancasila, yang membuktikan semangat berasaskan Pancasila mesti dijadikan sesuatu yang fundamental di Indonesia.

Dengan itikad baik pemerintah menetapkan hari lahir Pancasila semestinya tidak hanya dilakukan peringatan yang bersifat seremonial belaka namun menjadikannya sebagai semangat juang yang kontinyu dalam mengedepankan nilai-nilai pancasila. Keutuhan NKRI merupakan tanggungjawab seluruh eleman bangsa Indonesia, dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila maka bukan sesuatu yang sulit untuk mewujudkan keutuhan NKRI. Menjadi sebuah permasalahan besar apabila bangsa Indonesia sudah mengenyampingkan nilai-nilai Pancasila maka bersiaplah kehancuran yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia.

Yang manjadi permasalahan bangsa Indonesia sekarang adalah banyak pemikiran-pemikiran yang bermunculan dengan anggapan bahwa Pancasila bukan sesuatu yang fundamental lagi dan sudah tidak mampu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Dari berbagai kalangan sudah terang-terangan mengedepankan paham selain Pancasila, sudah sangat hilang dalam hati mereka nilai-nilai Pancasila.

Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, mulai dari kasus korupsi yang sudah tidak asing lagi ditelinga rakyat Indonesia seolah-olah kasus korupsi menjadi tren untuk ditampilkan di layar kaca televisi, para tersangka juga sudah hilang rasa malu karena telah menggunakan hasil jerih payah rakyat. Baju orange yang merupakan baju tahanan KPK, bahkan tidak berdampak pada status sosial penggunanya.

Akhir-akhir ini rakyat Indonesia kembali menyaksikan operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK yang berkaitan dengan kasus suap dalam pemberian predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan kementerian desa tahun anggaran 2016, serta terror bom bunuh diri di kampong melayu, kasus pesta kaum gay di kelap gading dan masih banyak lagi rentetan permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia, ini menunjukan telah melemahnya pengamalan nilai-nilai pancasila hal ini jika dibiarkan terus menerus akan membuat bangsa Indonesia melupakan ideologinya sendiri dan pancasila hanya dijadikan simbol belaka.

Pancasila merupakan sebuah ideologi yang sangat berbeda dengan ideologi yang digunakan oleh bangsa-bangsa lain. Pancasila mengedepankan nilai-nilai toleransi, kemajemukan bangsa Indonesia harus disandingkan dengan sebuah jiwa toleransi dan pancasila mengedepankan nilai-nilai itu. Pancasila sering dikatakan ideologi tengah diantara ideologi besar di dunia yaitu kapitalisme dan komunisme.

Lima sila dasar yang terdapat pada pancasila sudah sangat jelas mengatur seluruh aspek kehidupan di Indonesia. Sila pertama menyebutkan Indonesia berdasarkan ketuhanan yang maha esa, menunjukan pancasila menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap antar umat beragama maka penistaan terhadap agama lain tidak akan terjadi.

Sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradap, menunjukan pancasila menjunjung tinggi jiwa persaudaraan, serta nilai-nilai kemanusian maka kasus pelecehan seksual pengeboman tidak akan terjadi.

Sila ketiga persatuan Indonesia menunjukan pancasila menjunjung tinggi jiwa persatuan maka segala bentuk keinginan untuk memisahkan diri dari NKRI tidak akan terjadi.

Sila ke empat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dalam sila keempat ini pancasila mengedepankan hak seluruh warga Indonesia, jiwa bermusyawarah nilai kebijksanaan dalam menentukan dalam sebuah keputusan.

Sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pada sila kelima ini pancasila menjunjung tinggi jiwa keadilan tanpa pengecualian bagi seluruh rakyat Indonesia, keadilan yang tidak memandang asal daerah, suku, ras, budaya, adat istiadat melainkan keadilan secara totalitas demi kemajuan bangsa Indonesia. Maka sudah sangat jelas bahwa seluruh nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan fundamental keutuhan bangsa Indonesia.

Panacasila dijadikan sebagai dasar dan ideologi bangsa indonesia merupakan kesepakatan  oleh founding fathers pendiri bangsa Indonesia, ini  tentunya melalui pertimbangan yang sangat matang sehingga lahirlah pancasila. Anggapan-anggapan yang mengatakan pancasila sudah gagal membangun kesejahteraan dan keadilan bagi bangsa Indonesia mesti harus diluruskan, karena telah gagal dalam mengedepankan nilai-nilai pancasila. Pancasila sudah sesuatu yang final bagi bangsa Indonesia dan tidak bisa diganggu gugat.

Penulis :

Muhammad Fajri

Ketua Umum HMI Komisariat MIPA Universitas Tanjungpura

(R/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR