Pancasila Sebagai Pedoman Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Pancasila Sebagai Pedoman Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

168
BERBAGI
Foto : Maryadi, Mahasiswa FISIP Untan Angkatan 2014, Program Study Ilmu Sosiologi/R

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Saya Indonesia, Saya Pancasila yang sudah tidak asing lagi di telinga kita sebagai jargon yang di gaung-gaungkan dalam memperingati hari lahir pancasila tepatnya pada 1 juni, hari ini kita memperingati hari lahir pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Sebelumnya sempat muncul perdebatan mengenai hari lahir pancasila.

Ditengah hiruk pikuk perbedaan, pemberitaan negatif yang kerap menghiasi media, serta problemtika-problematika kebangsaan yang terjadi pada hari ini menjadi kehawatiran tersenndiri terhadap kondisi bangsa tersebut. Kondisi faktual yang menunjukan penerapan nilai-nilai pancasila yang mengalami degradasi dari kehidupan masyarakat indonesia itu sendiri. Akibatnya, ditengah capaian kemajuan dan keberhasilan bangsa, muncul bermacam persoalan kebangsaan yang membawa ancaman terhadap pilar-pilar kebangsaan. Penulis melihat konflik dan keresahan sosial mudah terjadi yang semuanya dipicu oleh perbedaan latar belakang. Kesantunan toleransi dan saling menghargai merupakan bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila sebagai ideologi negara yang telah direncanakan oleh para pendiri bangsa dan belum begitu terwujud dengan apa yang diinginkan. Hal ini terlihat dari bagaimana cara pemerintah maupun masyarakat indonesia dalam memahami dan melaksanakan pancasila sebagai pedoman kehidupan maupun sebagai landasan hukum tertinggi. Bahkan pada zaman sekarang ini pancasila seolah telah terlupakan bangsa indonesia baik itu sebagai pedoman hidup maupun landasan hukum berbangsa dan bernegara dan apa yang terjadi dalam negara ini adalah tidak lain adalah akibat dari terlupakannya nilai arti yang terkandung dalam pancasila dan bangsa ini kurang menanamkan berpancasila sebagai ideologi bangsa indonesia.

Kita ketahui bersama bahwa tepat pada 1 Juni 2017 merupakan hari lahir pancasila ke 72  yang mana peringatan tersebut merupakan yang pertama kali sejak Presiden Jokowi Widodo menerbitkan keputusan presiden nomor 24 tahun 2016 tentang hari lahir pancasila. Artinya apa dengan ditetapkannya hari lahir pancasila tersebut semua tataran pemerintah maupun masyarakat harus bersama-sama untuk berkomitmen terhadapa empat pilar negara yang mejadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yakni pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, semakin teguh dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Disisi lain pada hari lahir pancasila ini penulis ingin sekali mengingatkan baik itu pemerintah maupun masyarakat, hari lahir pancasila ini bukan hanya sekedar acara seremonial semata tanpa adanya implementasi yang nyata pasca memperingatinya, akan tetapi perlunya komitmen bersama untuk sama-sama menjalankannya, karena pada dasarnya hari lahir pancasila bukanlah sekedar seremonial ritual para pejabat dan elit politik semata. Pancasila adalah dasar negara, dan nila-nilai dasar bangsa yang harus terwujud dalam praktek kehidupan sehari-hari, khususnya oleh mereka, para pejabat elit politik dan masyarakat tingkat bawah sekalipun agar pancasila dapat benar-benar dirasakan oleh rakyat sebagai suatu yang amat bermakna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil, demokratis, makmur, sejahtera dan bebas dari segala bentuk prkatek-praktek yang ingin menggeser pancasila sebagai ideologi bangsa.

Dalam memeringati hari lahir pancasila pada tanggal 1 Juni ini saya rasa sudah tepat Pak Presiden Joko Widodo menetapkan sebagai hari libur nasional karena sebagai sebuah bentuk penghormatan terhadap hari lahir pancasila. Karena pada situasi dan kondisi yang sudah rentan ini, sudah sepantasnya dan seharusnya membumikan pancasila di bumi nusantara dan menjadikan hari kelahiran pancasila sebagai hari dimana seluruh bangsa melihat kekuatan dasar Negara Indonesia.

Penulis :

Maryadi, Mahasiswa Sosiologi FISIP UNTAN Angkatan 2014

(R/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR