Pedagang Sayur Tewas Ditabrak Mobil di Sintang

Pedagang Sayur Tewas Ditabrak Mobil di Sintang

BERBAGI
Perhatikan Hal Ini Saat Menolong Korban Kecelakaan
Foto : Ilustrasi kecelakaan lalu lintas/tribunnews.com

Sintang, thetanjungpuratimes.com – Lagi-lagi Kecelakaan maut yang merenggut nyawa kembali terjadi didalam kota Sintang antara sebuah mobil pribadi dengan sepeda motor yang dikendarai Faozan (52). Peristiwa tersebut terjadi dijalan YC. Oevang Oeray, Desa Baning Kecamatan Sintang, depan Kantor CU Keling Kumang, Kamis (1/6) sekitar pukul 01.50 WIB.

Mobil pribadi dengan jenis Toyota Fortuner warna hitam metalik yang dikemudikan oleh Egidius Fernando (22) Warga Desa Kubu Padi, Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya melaju dengan kecapatan tinggi dari arah tugu Adipura Simpang lima Sintang menuju Arah kelam.

Saat berada di Jalan Oevang Oeray, tepat ditikungan depan kantor CU Keling Kumang Sintang, Fernando tidak bisa mengendalikan kecepatan mobil yang dikemudikannya, sehingga keluar jalur kekanan jalan, dan dalam waktu bersamaan sebuah kendaraan sepeda Motor yang dikemudikan oleh Faozan yang merupakan pedagang sayur membuat tabrakan tak bisa dihindari.

“Dugaan sementara, pengemudi Mobil Toyota Fortuner yang dikemudikan Fernando melaju dengan kecepatan, tinggi sehingga keluar jalur kekanan dan dalam waktu yang bersamaan juga muncul sepeda motor sehingga mengakibatkan terjadinya tabrakan,” ungkap Kasatlantas Polres Sintang, AKP Anton Satriadi. Kamis (01/6).

Anton mengatakan, akibat dari kelalaian pengemudi mobil Fortuner tersebut bapak pedagang sayur tersebut meninggal dunia di tempat kejadian, dan kondisi kedua kendaraan mengalami rusak parah.

“Atas kejadian tersebut, Unit Lakalantas Polres Sintang bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mencari saksi dan barang bukti. Korban pengendara motor juga langsung dibawa ke RSUD Ade M Joen Sintang dan mengamankan pengemudi mobil Fortuner,” tukasnya.

Kasat Lantas juga menuturkan bahwa hingga saat ini, pengemudi mobil pribadi hingga saat ini belum bisa dimintai keterangannya, karena kondisinya masih mengalami traumatic berat akibat peristiwa tersebut.

“untuk sementara, jika kita melihat kronologis kejadian, Lakalantas itu murni akibat dari kelalaian dari sipengemudi mobil. Karena seorang pengemudi Mobil memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi tanpa memperhitungkan ruas jalan yang dilalui meski kondisi pada saat itu arus lalu lintas lagi sepi akan tetapi si pengemudi seharusnya tetap hati-hati.” terangnya.

Kondisi jalan sepi, katanya membuat pengemudi mobil seenaknya tancap gas, tentu akan bisa berakibat fatal seperti yang dialami pedagang sayur.

Pihaknya sangat menyayangkan prilaku berkendara masyarakat yang kurang empati terhadap pengendara lain. Sehingga, berkesan mendahulukan kepentingan sendiri. Padahal prilaku ini saat di jalan raya sangat tidak boleh.

“Ini juga pekerjaan rumah kami untuk mensosialisasikan ke masyarakat cara berkendara yang baik dan sesuai aturan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kecelakaan lalu lintas jika dilihat dari status umur, maka yang paling tinggi terlibat dalam pelanggaran lalu lintas adalah pelajar dan Mahasiswa. Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya angka pelanggaran lalu lintas pada saat Operasi Patuh Kapuas 2017 yang digelar pada dua minggu lalu.

“Untuk pelanggaran lalu lintas, pelajar dan mahasiswa menempati urutan pertama dengan jumlah pelanggaran sebanyak 256 perkara.  Mayoritas pelanggaran terjadi pada persimpangan jalan,” sebutnya.

Untuk itu, dia meminta agar peran serta orang tua dan guru di sekolah untuk tidak bosan mengingatkannya.

Guna menekan angka kecelakaan di Sintang, Satlantas Polres Sintang kata dia sedang menggalakkan ruti razia kendaran.

“Pokoknya tiada hari tanpa razia. Ini untuk menciptakan zero accident. Tapi kalau namanya kecelakaan, tidak ada yang tahu. Intinya untuk menekan angka kecelakaan,” pungkas Anton.

(Lingga/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR