Sutarmidji : Harga Bawang Putih Sudah Dibawah Rp40 Ribu per Kilogram

Sutarmidji : Harga Bawang Putih Sudah Dibawah Rp40 Ribu per Kilogram

BERBAGI
Foto : Ilustrasi Bawang Putih/Net

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, mengatakan, harga bawang putih saat ini sudah dibawah Rp40 ribu per kilogramnya.

Berdasarkan pantauannya, setelah dilakukan operasi pasar kemarin, banyak orang yang membawa bawang putih menggunakan pick up  ke pasar-pasar tradisional. Bawang tersebut terindikasi malah bukan berasal dari operasi pasar yang dilakukan.

“Bawang putih di pasaran sudah dibawah Rp40 ribu, di Pasar Flamboyan itu jadi patokan,” kata Sutarmidji, Kamis (1/6).

Meski jumlahnya tak besar, Wali Kota Pontianak dua periode ini melihat ternyata masih ada para pedagang yang menyimpan bawang putih tersebut.

“Seperti bawang putih kemarin, saat pemerintah  belum melakukan operasi pasar, langkanya luar biasa, tapi  setelah dilakukan operasi  pasar paginya, waktu sore sudah ada yang ngedrop bawang menggunakan pick up, berarti barang itu ada disimpan,” ungkapnya.

Atas temuan awal tersebut, Ia pribadi bermaksud menelusuri pedagang-pedagang nakal tersebut. Kalau sudah berspekulan maka itu tidak dibenarkan dan menyimpan sampai puluhan karung bermaksud agar membuat barang langka.

“Saya awalnya mau telusuri, tapi kawan-kawan bilang dia itu pedagang kecil, dan hanya memiliki beberapa karung bawang saja,” tambahnya.

Midji mengatakan, tanggal tiga Juni ini pihaknya berencana akan kembali menggelar operasi pasar bawang putih dengan jumlah lebih banyak dari yang dilakukan beberapa hari yang lalu.

Sebagaimana diketahui hampir 100 persen kebutuhan bawang putih dalam negeri diimpor dari negara luar. Oleh sebab itu, Midji menyayangkan pemerintah pusat, seharusnya kementerian terkait bisa memprediksi kenaikan tersebut, dan membuat langkah antisipasi sejak awal.

“Jangan sampai ini ada indikasi membuat harga baru di pasaran. Seperti cabe rawit, dulu dikisaran Rp 30-40 dan setelah terjadi gejolak maka harganya jadi Rp 40-50 dan bertahan itu lalu menjadi harga baru di pasaran.  Pemerintah harusnya memikirkan itu, jangan sampai membuat harga baru,” tegasnya.

(Agustiandi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR